China Punya 90 Ribu Layar Bioskop, Amerika 40 Ribu: Mengapa Negara-Negara Ini Begitu Dipenuhi Bioskop?

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

China dan Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah bioskop dan layar terbanyak di dunia. Foto: Ilustrasi AI

China dan Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah bioskop dan layar terbanyak di dunia. Foto: Ilustrasi AI

KANAL HIBURAN – Kalau berbicara tentang negara dengan industri bioskop terbesar di dunia, Amerika Serikat biasanya langsung muncul dalam bayangan. Hollywood, film blockbuster, AMC, Regal, Cinemark dan berbagai jaringan bioskop besar memang membuat Amerika menjadi salah satu pusat perfilman dunia. Namun, jika ukurannya adalah jumlah layar bioskop, Amerika ternyata bukan yang nomor satu.

Pemimpinnya adalah China.

Pada akhir 2024, China memiliki sekitar 90.968 layar bioskop, jumlah terbesar di dunia. Sepanjang tahun itu, China bahkan menambah lebih dari 4.600 layar baru. Jumlah kunjungan ke bioskop di kawasan perkotaan juga menembus lebih dari satu miliar.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memiliki sekitar 39.000-40.000 layar yang tersebar di sekitar 5.500-5.800 lokasi bioskop. Artinya, China mempunyai lebih dari dua kali jumlah layar bioskop Amerika Serikat. Mengapa bisa demikian?

China: membangun bioskop sampai kota-kota kecil

Pertumbuhan jumlah bioskop China sebenarnya merupakan fenomena yang relatif baru. Dalam waktu sekitar 15 tahun, China membangun jaringan bioskop yang sangat besar. Pertumbuhan itu tidak hanya terjadi di Beijing, Shanghai, Guangzhou atau Shenzhen.

Bioskop juga dibangun di kota-kota lapis kedua, ketiga bahkan kota-kota kecil. Omdia mencatat bahwa layar-layar baru China semakin banyak dibangun di kota dan wilayah yang lebih kecil. Bioskop yang dibangun di daerah tersebut juga cenderung berukuran lebih kecil dengan harga tiket yang lebih rendah. Strategi tersebut masuk akal.

China memiliki penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa. Jika bioskop hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, sebagian besar masyarakat tidak akan memiliki akses mudah ke layar lebar. Karena itu, pembangunan jaringan bioskop mengikuti pertumbuhan kota dan pusat perbelanjaan. Hasilnya sangat besar.

Pada 2024, China memiliki sekitar 65 layar untuk setiap satu juta penduduk. India, yang jumlah penduduknya bahkan sedikit lebih besar, hanya memiliki sekitar tujuh layar per satu juta penduduk. Inilah salah satu alasan mengapa China bisa memiliki hampir sepuluh kali jumlah layar India, meskipun jumlah penduduk kedua negara relatif sama.

Siapa yang mengoperasikan bioskop China? Salah satu nama terbesar adalah Wanda Film. Pada akhir 2024, Wanda Film memiliki 892 bioskop dan 7.435 layar di China, termasuk 706 bioskop yang dioperasikan langsung dengan 6.140 layar. Perusahaan ini juga memiliki ratusan layar IMAX dan menjadi salah satu pemain terbesar dalam jaringan bioskop China.

Wanda menarik karena bisnisnya tidak berhenti pada bioskop. Grup tersebut mempunyai keterkaitan dengan investasi, produksi, distribusi film dan bisnis hiburan lainnya.

Selain Wanda, pasar China juga diisi oleh perusahaan seperti China Film Group, Shanghai Film Group, Hengdian Film, Jinyi Media dan berbagai operator regional.

Jadi jaringan bioskop China bukan hanya dibangun oleh satu perusahaan. Ada kombinasi perusahaan milik negara, perusahaan swasta, operator regional dan perusahaan hiburan besar.

Amerika Serikat: jumlah layar kalah dari China, tetapi bisnisnya jauh lebih kuat

Amerika memiliki sekitar 40 ribu layar, jauh di bawah China. Tetapi jangan salah menilai. Dalam hal bisnis bioskop, Amerika masih merupakan salah satu pasar paling kuat di dunia.

Sistem bioskop Amerika berkembang melalui jaringan multiplex yang besar. Satu lokasi bisa memiliki belasan bahkan puluhan layar.

Model ini membuat satu kompleks bioskop bisa menayangkan berbagai film sekaligus, sehingga operator dapat mengatur jadwal berdasarkan permintaan penonton.

Perusahaan terbesar adalah AMC Theatres.

Pada akhir 2024, AMC mengoperasikan 871 bioskop dengan 9.798 layar di 11 negara, termasuk 544 bioskop dengan 7.185 layar di Amerika Serikat.

Di belakang AMC terdapat Regal Cinemas dan Cinemark. Pada 2024, Cinemark mengoperasikan 304 bioskop dengan 4.255 layar di Amerika Serikat. Secara global, perusahaan tersebut mempunyai 497 bioskop dan 5.653 layar di Amerika Serikat serta Amerika Latin.

Sementara itu, Regal mempunyai ratusan lokasi dan ribuan layar di berbagai negara bagian Amerika. Yang menarik, pasar Amerika jauh lebih terfragmentasi daripada yang terlihat.

Selain tiga raksasa tersebut terdapat banyak operator regional seperti Marcus Theatres, B&B Theatres, Harkins, Santikos, Malco dan Emagine.

Baca Juga :  Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Dalam data 2024, AMC masih menjadi jaringan terbesar di Amerika dengan sekitar 7.325 layar, diikuti Regal sekitar 5.774 dan Cinemark sekitar 4.303 layar.

Jadi Amerika mempunyai model yang berbeda dengan China. China membangun jaringan layar dalam skala nasional yang sangat besar, sementara Amerika mempunyai industri bioskop yang matang dengan banyak operator besar dan regional.

India: produksi film terbesar, tetapi justru kekurangan layar

India memberikan kontradiksi yang menarik. India adalah salah satu produsen film terbesar di dunia. Industri filmnya sangat besar karena terdapat banyak pusat produksi berdasarkan bahasa seperti Hindi, Telugu, Tamil, Malayalam, Kannada, Bengali dan lainnya. Tetapi jumlah bioskopnya jauh lebih sedikit dibanding China.

Pada 2024, India hanya mempunyai sekitar 9.927 layar. Jumlah tersebut sebenarnya meningkat dari 9.527 layar pada 2019, tetapi tetap sangat kecil dibandingkan jumlah penduduknya.bMasalah India bukan kekurangan penonton.

Pada 2024, bioskop India mencatat sekitar 883 juta kunjungan, angka yang tetap sangat besar meskipun belum kembali ke level sebelum pandemi. Masalahnya adalah kepadatan layar.

Dengan sekitar 1,45 miliar penduduk, India hanya mempunyai sekitar tujuh layar per satu juta penduduk. Banyak wilayah India bahkan belum mempunyai bioskop. Salah satu operator terbesar adalah PVR INOX.

Pada pertengahan 2024, PVR INOX mengoperasikan sekitar 1.754 layar di 361 lokasi yang tersebar di 113 kota di India dan Sri Lanka. Selain PVR INOX, terdapat Cinepolis India dan berbagai operator regional. Data 2024 menunjukkan PVR INOX memiliki sekitar 1.749 layar di India, Cinepolis sekitar 485 layar dan Miraj Cinemas sekitar 220 layar.

Ironisnya, India adalah salah satu negara yang paling membutuhkan pembangunan bioskop baru. Potensinya sangat besar, tetapi investasi bioskop menghadapi persoalan harga tanah, regulasi, biaya pembangunan dan perubahan kebiasaan masyarakat akibat streaming.

Meksiko: negara dengan budaya bioskop yang sangat kuat

Meksiko juga merupakan negara yang menarik. Dengan penduduk sekitar 132 juta jiwa, Meksiko mempunyai sekitar 7.467 layar bioskop pada 2024.bJumlah tersebut menempatkan Meksiko sebagai salah satu pasar bioskop terbesar di dunia dan salah satu yang terbesar di Amerika Latin.

Ada alasan khusus mengapa bioskop berkembang pesat di Meksiko. Masyarakatnya mempunyai budaya menonton film yang kuat dan harga tiket relatif lebih terjangkau dibandingkan pasar Amerika Utara. Selain itu, dua perusahaan besar menguasai sebagian besar pasar.

Nama pertama adalah Cinépolis. Perusahaan asal Meksiko tersebut bahkan berkembang menjadi jaringan bioskop internasional dan memiliki operasi di berbagai negara, termasuk India, Spanyol, Indonesia, Amerika Latin dan beberapa pasar lainnya.

Pesaing utamanya adalah Cinemex. Keduanya membuat industri bioskop Meksiko sangat terkonsentrasi. Data pemerintah Meksiko menyebut pada 2024 terdapat sekitar 950 kompleks bioskop dan 7.383 layar komersial.

Perbedaan angka 7.383 dan 7.467 yang muncul dalam berbagai sumber berasal dari perbedaan metodologi dan waktu penghitungan. Namun kesimpulannya sama: Meksiko memiliki salah satu jaringan layar bioskop terbesar di dunia.

Prancis: jumlah penduduk tidak besar, tetapi bioskop ada di mana-mana

Prancis memberikan contoh yang sangat berbeda. Penduduknya hanya sekitar 69 juta, tetapi negara tersebut memiliki lebih dari 6.300 layar.

Pada 2024, Prancis memiliki sekitar 2.052 lokasi bioskop dan 6.354 layar di wilayah metropolitan, sementara jika wilayah luar negeri ikut dihitung jumlahnya sekitar 2.077 bioskop dan 6.440 layar. Ini menunjukkan betapa kuatnya budaya bioskop di Prancis.

Lebih menarik lagi, lebih dari separuh lokasi bioskop Prancis merupakan bioskop satu layar. Artinya, jaringan bioskop Prancis tidak hanya berupa megaplex di pusat perbelanjaan.

Ada banyak bioskop kecil di kota-kota dan wilayah yang lebih kecil. Model ini berbeda dengan China dan Amerika yang sangat kuat dengan multiplex. Operator besar di Prancis antara lain Pathé, UGC, CGR, MK2, Kinepolis dan berbagai operator lokal.

Pemerintah juga mempunyai peran besar dalam menjaga ekosistem perfilman Prancis melalui kebijakan dan dukungan terhadap produksi serta distribusi film nasional. Hasilnya terlihat dari kebiasaan masyarakat.

Baca Juga :  Band Rock dan Metal Paling Produktif Sepanjang Sejarah: Siapa Punya Rilisan Album Terbanyak?

Pada 2024, bioskop Prancis mencatat sekitar 181,5 juta kunjungan, atau rata-rata 2,73 kunjungan per penduduk.

Jepang:bioskop sebagai bagian dari industri hiburan

Jepang memiliki sekitar 577 lokasi dan 3.653 layar pada 2024. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan multiplex. Pasarnya sangat dipengaruhi perusahaan hiburan besar.

TOHO Cinemas mengoperasikan sekitar 705 layar di 75 lokasi. AEON Cinema bahkan mempunyai sekitar 821 layar dan menjadi salah satu operator terbesar di Jepang. Sementara Lawson United Cinemas mengoperasikan sekitar 391 layar.

Ada alasan mengapa jaringan tersebut kuat. Industri film Jepang tidak berdiri sendiri. Film berhubungan erat dengan manga, anime, televisi, musik, merchandise dan berbagai produk hiburan lainnya.

Sebuah film anime yang sukses bisa menghasilkan pendapatan bukan hanya dari tiket bioskop, tetapi juga dari DVD, streaming, merchandise, musik dan produk turunannya.

Korea Selatan: layar lebih sedikit, tetapi kualitas pengalaman sangat tinggi

Korea Selatan memiliki jumlah layar yang lebih kecil. Pada 2024, terdapat sekitar 570 bioskop dan 3.296 layar. Namun Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya bioskop yang kuat.

Jaringan utama di negara tersebut antara lain CJ CGV, Lotte Cinema dan Megabox. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya bersaing melalui jumlah lokasi.

Mereka juga berlomba menyediakan pengalaman premium seperti IMAX, 4DX, ScreenX, Dolby Cinema, kursi premium dan berbagai teknologi audiovisual.

Korea Selatan bahkan mengalami peningkatan jumlah layar premium ketika jumlah bioskop dan layar reguler mulai stagnan atau menurun. Pada 2024, jumlah layar khusus mencapai sekitar 1.152. Ini menunjukkan perubahan strategi.

Ketika streaming membuat orang semakin nyaman menonton film di rumah, bioskop harus menawarkan sesuatu yang tidak mudah digantikan televisi atau ponsel.

Mengapa China bisa jauh meninggalkan negara lain? Ada beberapa alasan utama. Pertama adalah jumlah penduduk. China mempunyai pasar domestik yang sangat besar. Satu film sukses dapat menghasilkan pendapatan sangat besar tanpa harus langsung diekspor ke negara lain.

Kedua adalah urbanisasi. Pertumbuhan kota dan pembangunan pusat perbelanjaan menciptakan ruang baru bagi multiplex.

Ketiga adalah investasi besar dalam infrastruktur. Pemerintah dan perusahaan membangun bioskop bukan hanya di kota-kota utama, tetapi juga kota yang lebih kecil.

Keempat adalah pertumbuhan kelas menengah. Ketika pendapatan masyarakat meningkat, hiburan seperti bioskop menjadi salah satu bentuk konsumsi rekreasi.

Kelima adalah efek jaringan. Ketika sebuah kota memiliki banyak bioskop, distributor lebih mudah membawa film ke wilayah tersebut. Ketika film mudah diakses, masyarakat semakin terbiasa menonton di bioskop.

China kemudian masuk ke sebuah siklus, lebih banyak kota menyebabkan lebih banyak bioskop dan lebih banyak layar, lalu lebih banyak film yang bisa diputar maka akan lebih banyak penonton dengan semakin besar pasar film.

Tetapi banyak layar tidak otomatis berarti bisnis lebih menguntungkan Ini bagian yang sangat penting. China mempunyai jumlah layar terbesar di dunia. Namun bukan berarti semua layar tersebut selalu ramai.

Omdia mencatat pertumbuhan jumlah layar China mulai mendekati titik jenuh. Banyak layar baru dibangun di kota kecil, sementara pertumbuhan box office tidak lagi secepat masa ekspansi sebelumnya.

Pada 2024, box office China mencapai sekitar 42,5 miliar yuan atau sekitar US$5,9 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, film domestik masih menyumbang sekitar 78,7 persen pendapatan box office.

Ini menunjukkan bahwa membangun bioskop ternyata jauh lebih mudah daripada memastikan setiap kursi selalu terisi.

Dunia bioskop sebenarnya terbagi menjadi dua model Jika melihat negara-negara dengan jumlah layar terbesar, terlihat dua model utama.

China dan India memiliki populasi sangat besar sehingga kebutuhan layar secara potensial luar biasa. Namun China sudah membangun infrastrukturnya jauh lebih agresif.

Sementara Amerika Serikat, Prancis, Jepang dan Korea Selatan memiliki pasar yang lebih matang. Pertumbuhannya tidak lagi terutama melalui penambahan jumlah layar, tetapi melalui peningkatan kualitas pengalaman.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Band Rock dan Metal Paling Produktif Sepanjang Sejarah: Siapa Punya Rilisan Album Terbanyak?
Dari Film Striptease 1896 hingga Industri Miliaran Dolar, Sejarah Panjang Film Porno
Ricuh, Mobil Band Konser di Pekalongan Dikabarkan Rusak Dilempari Massa
Ricuh Konser Musik di Pekalongan, Empat Orang Dilarikan ke RSUD Kajen dan Satu Polisi Jadi Korban
Konser Musik di Pekalongan Sempat Ricuh, Penonton Diduga Terobos Barikade
Chat Mesra Berujung Denda Rp7 Juta Jadi Drama Cinta ‘Usia Matang’ Gegerkan Balai Desa di Pekalongan
Kenapa Wajah Aktor Drama China di TikTok Terlihat Mirip? Ternyata AI Berperan Besar

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:35 WIB

China Punya 90 Ribu Layar Bioskop, Amerika 40 Ribu: Mengapa Negara-Negara Ini Begitu Dipenuhi Bioskop?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Band Rock dan Metal Paling Produktif Sepanjang Sejarah: Siapa Punya Rilisan Album Terbanyak?

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Dari Film Striptease 1896 hingga Industri Miliaran Dolar, Sejarah Panjang Film Porno

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Ricuh, Mobil Band Konser di Pekalongan Dikabarkan Rusak Dilempari Massa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Ricuh Konser Musik di Pekalongan, Empat Orang Dilarikan ke RSUD Kajen dan Satu Polisi Jadi Korban

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB