Batang Masuk Top 10 IDSD Jateng Bukan karena Skor Tertinggi, Lalu Apa?

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menerima penghargaan IDSD yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tangah Taj Yasin. Foto : Ilustrasi AI

Bupati Batang M Faiz Kurniawan menerima penghargaan IDSD yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tangah Taj Yasin. Foto : Ilustrasi AI

KANAL BATANG – Batang tidak masuk jajaran 10 besar Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Jawa Tengah karena memiliki skor paling tinggi. Ada hal lain yang justru membuat Kabupaten Batang mendapat penghargaan, yakni data yang biasanya hanya menjadi angka statistik dipakai pemerintah untuk menentukan kebijakan.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, penghargaan Top 10 IDSD Jawa Tengah tersebut diberikan bukan semata-mata karena capaian nilai indeks, melainkan karena Pemkab Batang dinilai mampu memanfaatkan data IDSD dalam menyusun dan menjalankan kebijakan.

“Jadi bukan karena nilai IDSD-nya itu yang paling tinggi, itu bukan. Tapi dari IDSD yang ada, datanya dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan,” kata Faiz usai menerima penghargaan.

Menurut dia, data IDSD digunakan pemerintah untuk membaca bagian mana yang masih menjadi kelemahan daerah. Hasil pemetaan itu kemudian dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan, mulai RPJMD hingga RKPD, sebelum diterjemahkan menjadi program di lapangan.

Salah satu contohnya berada pada persoalan sumber daya manusia dan pengangguran.

Baca Juga :  Batang Tak Lagi Dijual sebagai Kawasan Pabrik, Tapi Kota Masa Depan Bagi Insinyur Jepang

Data IDSD menunjukkan masih terdapat sejumlah indikator yang perlu diperkuat, termasuk keterampilan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Data tersebut kemudian menjadi salah satu dasar Pemkab Batang menjalankan program ketenagakerjaan.

“Semisal contoh, di komponen SDM di situ ada keterampilan, setelah ada data dari IDSD, termasuk di dalamnya ada TPT itu bagaimana Batang bisa memanfaatkan untuk pengambilan kebijakan berupa apa?” ujarnya.

Jawabannya kemudian diterjemahkan melalui program Daker (Dapat Kerja), mulai dari memberikan pelatihan hingga mempertemukan calon tenaga kerja dengan peluang pekerjaan.

Artinya, angka pengangguran yang muncul dalam data tidak berhenti sebagai statistik dalam laporan pemerintah. Data tersebut digunakan untuk menentukan bentuk intervensi yang dianggap paling relevan.

Ketika indikator Rata-rata Lama Sekolah menunjukkan masih ada aspek yang perlu didorong, pemerintah melakukan intervensi melalui berbagai program, mulai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, beasiswa hingga program kejar paket.

Secara angka, IDSD Kabupaten Batang memang mengalami peningkatan. Skornya naik dari 3,59 pada 2024 menjadi 3,61 pada 2025.

Baca Juga :  Pemkab Batang Sediakan 28 Booth Kuliner UMKM, Pengunjung Cukup Scan QRIS untuk Makan Gratis

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komponen. Indikator SDM meningkat cukup signifikan dari 3,74 menjadi 3,86, sementara komponen Pasar naik dari 3,21 menjadi 3,34.

Namun, angka tersebut bukan menjadi satu-satunya alasan Batang mendapatkan apresiasi.

IDSD sendiri merupakan instrumen tahunan yang diukur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melihat daya saing daerah melalui sejumlah aspek, termasuk Lingkungan Pendukung, SDM, Pasar dan Ekosistem Inovasi.

Bagi Pemkab Batang, fungsi indeks tersebut bukan sekadar untuk mengetahui apakah posisi daerah naik atau turun dibandingkan daerah lain.

Lebih penting, angka tersebut digunakan sebagai semacam cermin untuk menentukan bagian mana yang harus diperbaiki.

Dari situlah data kemudian ditarik ke dalam perencanaan pembangunan dan diterjemahkan menjadi program yang menyentuh persoalan masyarakat.

Pendekatan tersebut yang kemudian mengantarkan Batang masuk dalam Top 10 IDSD tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Tak Laku Kerja, Lulusan SMK di Batang Justru Banyak yang Tak Betah Bertahan
Relindo Batang Akhirnya Punya Ambulans Sendiri, Gratis untuk Warga yang Membutuhkan
Mobil Operasional Kopdes Merah Putih Tabrak Lansia dan 4 Motor di Batang
Mengantuk, Truk Tabrak Truk di Tol Semarang – Batang Sebabkan Satu Pengemudi Tewas
Satu Benturan Picu Rentetan Tabrakan Empat Kendaraan di Tol Batang, 3 Penumpang Ambulans Tewas
Kuliah Gratis ke Tiongkok, Pemkab Batang Buka Jalur bagi Pelajar Kurang Mampu
Pemkab Batang Sediakan 28 Booth Kuliner UMKM, Pengunjung Cukup Scan QRIS untuk Makan Gratis
Datang Makan Gratis Kuliner UMKM, Warga Batang Cukup Scan QRIS Rp1 untuk Donasi Bangun Sumur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Bukan Tak Laku Kerja, Lulusan SMK di Batang Justru Banyak yang Tak Betah Bertahan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Batang Masuk Top 10 IDSD Jateng Bukan karena Skor Tertinggi, Lalu Apa?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Relindo Batang Akhirnya Punya Ambulans Sendiri, Gratis untuk Warga yang Membutuhkan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Mobil Operasional Kopdes Merah Putih Tabrak Lansia dan 4 Motor di Batang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Satu Benturan Picu Rentetan Tabrakan Empat Kendaraan di Tol Batang, 3 Penumpang Ambulans Tewas

Berita Terbaru