Lahan Bekas Rob di Degayu Kembali Jadi Sawah, Padi Biosalin Panen 6,6 Ton per Hektare

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Panen padi biosalin di lahan sawah bekas genangan rob di Kelurahan Degayu sudah kali ke empat dan hasilnya menunjukkan perkembangan yang mengesankan, Rabu (12/8/26).

Panen padi biosalin di lahan sawah bekas genangan rob di Kelurahan Degayu sudah kali ke empat dan hasilnya menunjukkan perkembangan yang mengesankan, Rabu (12/8/26).

KANAL KOTA – Lahan yang sebelumnya terendam genangan rob di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, kini kembali produktif. Hamparan lahan yang sempat menghadapi persoalan air asin tersebut berhasil ditanami padi biosalin dan kini mulai memasuki masa panen.

Program tersebut menjadi salah satu upaya mengembalikan fungsi lahan terdampak rob sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Pekalongan. Pengembangan padi biosalin dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pekalongan, Bank Indonesia (BI) Tegal, serta sejumlah pihak yang sebelumnya melakukan riset dan pengembangan varietas padi yang lebih mampu bertahan di lingkungan dengan kadar salinitas tinggi.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan, keberhasilan panen padi biosalin menjadi hal yang patut disyukuri karena menunjukkan lahan yang sebelumnya terdampak genangan rob masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai lahan pertanian.

“Dengan air payau dan alhamdulillah sudah 56 hektar lahan yang ditanam dan panen. Ini patut disyukuri karena untuk menunjang dan mendukung ketahanan pangan juga di Kota Pekalongan,” katanya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, pengembangan sawah di kawasan Degayu dan Klidungan tidak terlepas dari upaya penanganan banjir dan rob yang dilakukan pemerintah. Saat Pemkot Pekalongan mengikuti kerja sama dengan Kementerian Pertanian, muncul pertanyaan apakah Kota Pekalongan masih memiliki lahan sawah yang bisa dikembangkan.

Pertanyaan tersebut kini sudah terjawab dengan keberhasilan menghidupkan kembali lahan pertanian di kawasan Pekalongan Utara.

“Pekalongan memang masih ada sawah? Kita sampaikan, alhamdulillah dengan penanganan banjir dan rob, terutama di Pekalongan Utara di Degayu Klidungan ini, kita sudah siap lahan sekitar hampir 100 hektar. Sekarang sudah ditanam 55 hektar,” ujarnya.

Baca Juga :  Serunya Jurnalis Mengajar di MPLS SMPN 1 Pekalongan Bekali Siswa Tangkal Hoaks

Ia juga menyebut, pemerintah akan berupaya agar proses pembenihan nantinya dapat dilakukan di Kota Pekalongan sehingga ketersediaan bibit tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produksi dari luar daerah.

“Pembenihan masih di daerah Bogor. Kita pikirkan supaya di Kota Pekalongan bisa lebih cepat dan kita lebih ready,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut kawasan Degayu memiliki peluang untuk menjadi lokasi pembenihan padi biosalin. Menurut dia, kualitas beras yang dihasilkan dari padi biosalin juga mendapat respons positif karena dinilai lebih pulen dan memiliki cita rasa yang lebih sedap.

“Insyaallah di daerah ini juga siap untuk pembenihan padi biosalin. Sudah terbukti berasnya lebih pulen. Kemarin pada saat Festival Bubur Suro juga menggunakan padi biosalin dan rasanya lebih sedap, lebih pulen,” ungkapnya.

Pengembangan padi biosalin di Degayu juga menunjukkan perkembangan dari sisi luas lahan maupun jumlah petani yang terlibat.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengungkapkan pada tahap awal pengembangan program tersebut hanya melibatkan satu kelompok. Kini jumlahnya telah berkembang menjadi empat kelompok dengan anggota lebih dari 70 orang.

“Yang tadinya satu kelompok, sekarang menjadi empat kelompok. Anggotanya lebih dari 70 dan luas lahannya sudah berkembang menjadi 56 hektar,” terang Bimala.

Tak hanya luas lahan yang bertambah, produktivitas padi biosalin juga dinilai menjanjikan. Dari panen yang telah dilakukan, produktivitasnya disebut mencapai sekitar 6,6 ton gabah per hektare, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di kisaran 6,3 ton per hektare.

Baca Juga :  PCNU Kota Pekalongan Sebut Model One Man One Vote Terlalu 'Brutal', Usul Pemilihan Ketum PBNU Diubah

Bagi BI Tegal, capaian tersebut menjadi bukti bahwa lahan eks rob tidak selalu harus ditinggalkan ketika terkena persoalan salinitas. Dengan teknologi, riset, bibit yang sesuai serta pengelolaan lahan yang tepat, kawasan tersebut masih memiliki peluang untuk kembali menjadi lahan produktif.

“Jadi di sini produktivitasnya luar biasa. Untuk yang awal baru panen empat kali, sudah di atas rata-rata nasional, sekitar 6,6 ton per hektare, sementara rata-rata nasional sekitar 6,3 ton,” bebernya.

Namun, salah satu persoalan yang masih dihadapi dalam pengembangan padi biosalin adalah keterbatasan benih. Saat ini, benih biosalin masih diproduksi secara terbatas oleh BRMP Bogor sehingga ketersediaannya belum mampu mengikuti potensi pengembangan lahan eks rob.

Karena itu, rencana membangun pusat pembenihan biosalin di Kota Pekalongan menjadi salah satu agenda yang dinilai strategis.

Terkait rencana tersebut, pihaknya mendukung dibangunnya pusat benih di Kota Pekalongan. Bimala juga menilai pusat pembenihan di Degayu dapat menjadi langkah penting untuk memperluas program pemanfaatan lahan eks rob, bukan hanya di Kota Pekalongan tetapi juga berpotensi menyasar kawasan lain di sepanjang Pantura.

“Rencana membuat pusat pembenihan di sini luar biasa karena bisa mendukung lahan eks rob sepanjang Pantura. Harapan kami, inilah upaya riil untuk cetak sawah,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi
Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung
Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta
Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat
Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium
Investasi ke Guru PAUD, Pemkot Pekalongan Beri Beasiswa S-1
Perkuat Pendidikan Sejak Usia Dini, Kota Pekalongan Wajibkan Belajar 13 Tahun
Heritage Fun Bike PWI Pekalongan Padukan Olahraga, Wisata dan Pelajaran Sejarah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium

Berita Terbaru