Tangis Pecah di Sidang Gacon di Pekalongan, Saksi Meringankan Sebut Nasib 18 Orang dan Istri Hamil Anak Kembar Bergantung pada Terdakwa

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Liana Trisanti yang merupakan ART di rumah terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel memberikan kesaksian meringankan dalam sidang lanjutan kasus Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan, Rabu (1/7/26).

Liana Trisanti yang merupakan ART di rumah terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel memberikan kesaksian meringankan dalam sidang lanjutan kasus Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan, Rabu (1/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Suasana sidang lanjutan perkara Purwanto alias Gacon di Pengadilan Negeri Pekalongan, mendadak hening. Seorang saksi meringankan, Liana Trisanti, tak mampu menahan air mata saat menceritakan kehidupan belasan orang yang selama ini disebut bergantung kepada terdakwa.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Ardhianti Prihastuti, Liana mengaku telah tinggal bersama keluarganya di rumah Dwi Hendratno alias Duwel selama lebih dari enam tahun.

Ia mengatakan seluruh kebutuhan hidup keluarganya, mulai dari tempat tinggal, makan hingga biaya sekolah anaknya, ditanggung oleh terdakwa.

“Beliau yang membiayai semuanya,” ujar Liana saat menjawab pertanyaan penasihat hukum terdakwa, Rabu (1/7/2026).

Liana mengungkapkan, rumah majikannya tersebut tidak hanya dihuni keluarganya. Sedikitnya ada 18 orang yang tinggal di kompleks rumah tersebut, termasuk lansia, anak-anak hingga keluarga lain yang membutuhkan tempat tinggal.

Baca Juga :  Ketua Ormas Lindu Aji Pekalongan Divonis 6 Bulan, Kuasa Hukum Gacon Justru Sepakat dengan Pertimbangan Hakim

Menurutnya, terdakwa selama ini mencari nafkah melalui usaha bengkel las. Dari usaha itu pula kebutuhan seluruh penghuni rumah dipenuhi.

“Alhamdulillah cukup,” katanya ketika ditanya apakah kebutuhan makan seluruh penghuni terpenuhi setiap hari.

Sidang berubah emosional ketika penasihat hukum meminta Liana menjelaskan kondisi keluarga terdakwa. Sambil menangis, ia mengungkapkan istri Purwanto sedang mengandung anak kembar. Namun, salah satu janin disebut tidak berkembang.

“Maaf yang satu tidak berkembang,” ucap Liana sambil terisak hingga persidangan sempat terhenti.

Tangis Liana kembali pecah saat majelis hakim menanyakan apa yang akan terjadi jika terdakwa dijatuhi hukuman penjara.

Dengan suara bergetar, ia mengaku memikirkan nasib seluruh penghuni rumah yang selama ini menggantungkan hidup kepada terdakwa.

“Kasihan 18 orang itu. Saya terutama memikirkan ibu (istri terdakwa) yang sedang mengandung dan yang satu masih balita,” katanya sambil menangis.

Baca Juga :  Sidang Perkara Gacon Masuk Babak Krusial, Pekan Depan Giliran Terdakwa Buka Suara di Hadapan Majelis Hakim

Dalam kesaksiannya, Liana juga menceritakan awal dirinya mengenal terdakwa. Ia mengaku pernah bekerja di luar daerah dengan kondisi yang tidak manusiawi, mulai dari pembatasan makan, tidak diperbolehkan memegang telepon genggam hingga dilarang keluar rumah.

Menurutnya, setelah bertemu terdakwa, ia bersama anaknya diajak tinggal di rumah terdakwa agar memiliki kehidupan yang lebih layak.

“Saya ditolong sama Bapak dan Ibu (terdakwa dan istrinya). Saya disuruh tinggal di sana bersama anak saya,” tuturnya.

Selain menampung orang yang membutuhkan, Liana juga menyebut terdakwa dikenal aktif dalam kegiatan sosial, seperti membantu korban banjir dan longsor, memberikan bantuan renovasi masjid, hingga membiayai perbaikan makam di desanya.

Meski demikian, kesaksian tersebut merupakan bagian dari pembelaan terdakwa yang akan dinilai bersama alat bukti lain dalam persidangan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Berita Terbaru