BATANG, KANALPLUS.ID – Rehabilitasi kawasan pesisir di Kabupaten Batang terus berlanjut. Setelah menanam lebih dari 60 ribu bibit mangrove sepanjang 2025, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) kembali menyiapkan 30 ribu bibit mangrove untuk memperkuat perlindungan garis pantai dan mendukung ketahanan iklim pada 2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya menjaga ekosistem pesisir yang selama ini menghadapi ancaman abrasi, perubahan iklim, dan berkurangnya kawasan hijau di wilayah pantai utara Jawa.
Dari total 30 ribu bibit yang disiapkan, sebanyak 20 ribu bibit akan digunakan untuk penanaman baru, sedangkan 10 ribu bibit lainnya dialokasikan untuk penyulaman guna memastikan tingkat keberhasilan kawasan mangrove yang telah lebih dulu direhabilitasi.
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Batang.
“Pada tahun 2026, BPI menyiapkan 30 ribu bibit mangrove yang terdiri dari 20 ribu bibit untuk penanaman baru dan 10 ribu bibit untuk penyulaman sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Aryamir, pelestarian mangrove tidak hanya berfungsi menjaga kawasan pantai dari abrasi, tetapi juga mendukung habitat berbagai biota laut dan meningkatkan kemampuan lingkungan dalam menyerap karbon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.
Ia menambahkan, perusahaan meyakini pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, keandalan pasokan energi, dan kelestarian lingkungan.
“Kami percaya tantangan perubahan iklim hanya dapat dihadapi melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, BPI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan tangguh,” katanya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batang, Rusmanto, menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, kegiatan penghijauan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar agenda tahunan.
“Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, yang telah berkontribusi dalam kegiatan penanaman mangrove dan pengembangan kawasan hijau di Kabupaten Batang. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, lestari, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program rehabilitasi pesisir tersebut juga sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, yang mendorong aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
Melalui penanaman dan penyulaman mangrove secara berkelanjutan, kawasan pesisir Batang diharapkan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem laut, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









