6 Ribu Pemilih Baru Masuk, KPU Batang Soroti Banyak Warga Meninggal Belum Punya Akta Kematian

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Suasana rekapitulasi data pemilih pada Triwulan II di kantor KPU Batang, Rabu (1/7/26).

Suasana rekapitulasi data pemilih pada Triwulan II di kantor KPU Batang, Rabu (1/7/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Bertambahnya sekitar 6.000 pemilih dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) Triwulan II 2026 justru mengungkap persoalan administrasi kependudukan di Kabupaten Batang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batang menemukan masih banyak warga yang meninggal dunia belum diurus akta kematiannya, sehingga berpotensi tetap tercatat dalam daftar pemilih.

Ketua KPU Kabupaten Batang, Susanto Waluyo, mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian karena data pemilih harus selalu diperbarui agar tetap akurat.

“Datanya berasal dari masukan Bawaslu maupun stakeholder terkait. Semua laporan kami tindak lanjuti, baik untuk pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), pemilih baru maupun perubahan data lainnya,” kata Susanto, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih pada Triwulan II 2026 mencapai 644.644 jiwa, terdiri dari 322.101 pemilih laki-laki dan 322.543 pemilih perempuan. Angka tersebut meningkat sekitar 6.057 pemilih dibanding Triwulan I yang berjumlah 638.587 jiwa.

Baca Juga :  Baru Dibangun, Koperasi Desa Merah Putih di Batang Sudah Dibobol Maling, Kabel Penangkal Petir hingga Blower AC Digondol

Dalam periode tersebut, terdapat 10.778 pemilih baru, sementara 4.721 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Batang, M. Subhi, menjelaskan sebagian besar pemilih TMS berasal dari warga yang pindah domisili dan meninggal dunia.

“Dari triwulan pertama ke triwulan kedua kenaikannya sekitar enam ribuan. Sedangkan data TMS yang berjumlah 4.721 itu mayoritas karena pindah domisili dan warga yang meninggal dunia,” ujarnya.

KPU menilai masih banyak keluarga yang hanya melaporkan kematian anggota keluarganya kepada pemerintah desa atau kelurahan tanpa mengurus penerbitan akta kematian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Baca Juga :  Pemkab Batang Ingin Industropolis Run 2026 Naik Kelas Jadi Sport Tourism

Padahal, dokumen tersebut menjadi dasar resmi untuk memperbarui data kependudukan, termasuk menghapus nama warga yang telah meninggal dari daftar pemilih.

“Kami mendorong masyarakat agar apabila ada warga yang meninggal dunia, laporannya tidak berhenti di desa atau kelurahan, tetapi diteruskan ke Disdukcapil untuk penerbitan akta kematian. Dengan begitu administrasi menjadi tertib dan data pemilih juga lebih akurat,” tegas Susanto.

Menurut KPU, tertib administrasi kependudukan menjadi kunci agar daftar pemilih pada pemilu maupun pilkada mendatang benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat dan meminimalkan munculnya data pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru