KANAL KHAZANAH — Kalau nama Anda Nurhayati, Sutrisno, Sulastri atau Junaidi, kemungkinan besar Anda tidak sulit menemukan orang lain yang memiliki nama sama.
Data kependudukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menunjukkan sejumlah nama sangat banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Data tersebut memperlihatkan bahwa nama-nama yang populer pada generasi sebelumnya masih mendominasi daftar nama yang paling banyak digunakan.
Berikut 20 nama yang paling banyak digunakan berdasarkan data perekaman e-KTP.
10 nama laki-laki terbanyak
1. Sutrisno — 144.497 orang. Sutrisno menjadi nama laki-laki yang paling banyak ditemukan dalam data tersebut. Sebanyak 144.497 orang tercatat menggunakan nama Sutrisno.
2. Slamet — 115.354 orang. Di posisi kedua terdapat Slamet. Nama ini tercatat digunakan oleh 115.354 orang.
3. Mulyadi — 111.685 orang. Nama Mulyadi berada di urutan berikutnya dengan 111.685 orang.
4. Herman — 101.990 orang. Herman juga termasuk nama yang sangat umum. Tercatat 101.990 orang menggunakan nama tersebut.
5. Supardi — 93.202 orang. Nama Supardi dimiliki oleh 93.202 orang dalam data kependudukan tersebut.
6. Ismail — 89.732 orang. Sebanyak 89.732 orang tercatat memiliki nama Ismail.
7. Supriyanto — 87.929 orang. Nama Supriyanto digunakan oleh 87.929 orang.
8. Wahyudi — 85.502 orang. Wahyudi berada di posisi kedelapan dengan 85.502 orang.
9. Junaidi — 85.375 orang. Sebanyak 85.375 orang tercatat bernama Junaidi.
10. Suparman — 84.749 orang. Melengkapi daftar 10 besar laki-laki, terdapat nama Suparman dengan 84.749 orang.
10 nama perempuan terbanyak
1. Nurhayati — 254.922 orang. Nurhayati menjadi nama perempuan yang paling banyak digunakan dalam data tersebut. Jumlahnya mencapai 254.922 orang.
2. Sulastri — 192.979 orang. Sulastri berada di posisi kedua dengan 192.979 orang.
3. Sumiati — 172.759 orang. Nama Sumiati tercatat dimiliki oleh 172.759 orang.
4. Sri Wahyuni — 163.189 orang. Sebanyak 163.189 orang menggunakan nama Sri Wahyuni.
5. Sumarni — 158.882 orang. Nama Sumarni tercatat digunakan oleh 158.882 orang.
6. Sunarti — 135.891 orang. Sunarti berada di urutan keenam dengan 135.891 orang.
7. Siti Aminah — 121.588 orang. Nama Siti Aminah digunakan oleh 121.588 orang.
8. Ernawati — 118.045 orang. Ernawati tercatat dimiliki oleh 118.045 orang.
9. Aminah — 117.490 orang. Sebanyak 117.490 orang tercatat menggunakan nama Aminah.
10. Kartini — 114.879 orang. Sementara nama Kartini berada di urutan ke-10 dengan 114.879 orang.
Nurhayati dan Sutrisno masih sangat dominan. Dari daftar tersebut terlihat perbedaan yang cukup mencolok antara nama laki-laki dan perempuan.
Nama Nurhayati menjadi yang paling banyak digunakan dalam daftar, dengan jumlah mencapai 254.922 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan nama laki-laki terbanyak, Sutrisno, yang tercatat sebanyak 144.497 orang.
Namun, data Dukcapil terbaru juga menunjukkan bahwa tren nama sangat dipengaruhi oleh wilayah dan generasi.
Dalam data kependudukan nasional yang dirilis pada 2026, Junaidi dan Nurhayati disebut sebagai nama yang paling banyak digunakan jika dilihat berdasarkan seluruh wilayah dan generasi. Di Pulau Jawa, nama laki-laki yang paling banyak adalah Sutrisno, sedangkan nama perempuan terbanyak adalah Sulastri.
Artinya, daftar nama paling umum bisa berbeda tergantung periode data dan metode pengelompokannya.
Nama juga berubah mengikuti zaman. Pada generasi Baby Boomer, misalnya, nama laki-laki terbanyak adalah Slamet dengan 38.262 orang, sedangkan nama perempuan terbanyak adalah Aminah dengan 37.153 orang.
Pada Generasi X, Sutrisno dan Nurhayati menjadi nama yang paling banyak digunakan. Sementara pada generasi Z, nama Ardiansyah dan Aldi mulai mendominasi kelompok laki-laki.
Data tersebut menunjukkan bahwa nama bukan hanya menjadi identitas seseorang. Dari nama, perubahan selera dan budaya penamaan masyarakat Indonesia dari satu generasi ke generasi berikutnya juga bisa terlihat.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












