Pesantren di Kota Pekalongan Mulai Jadi Sasaran Pengelolaan Sampah Mandiri, Santri Diminta Mulai dari Kamar Sendiri

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 15:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala DLH Joko Purnomo mendampingi Wakil Wali Kota Pekalongan Bilqis Diab mulai mensosialisasikan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan Pondok Pesantren , Kamis (17/9/26). Foto: Istimewa

Kepala DLH Joko Purnomo mendampingi Wakil Wali Kota Pekalongan Bilqis Diab mulai mensosialisasikan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan Pondok Pesantren , Kamis (17/9/26). Foto: Istimewa

KANAL KOTA — Pemerintah Kota Pekalongan mulai menyasar lingkungan pondok pesantren sebagai salah satu tempat untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.

Bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya, Pemkot Pekalongan ingin pemilahan dan pengolahan sampah menjadi budaya yang dilakukan santri dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Wali Kota Pekalongan Bilqis Diab mengatakan, pondok pesantren dipilih sebagai salah satu lingkungan yang diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah bagi pesantren lainnya.

“Harapannya nanti pengelolaan sampah di pondok pesantren ini tidak hanya berupa tindakan pengelolaan sampah saja, tetapi juga menjadi bagian budaya dan perilaku para santri dan santriwati,” kata Bilqis, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada para santri. Pondok Pesantren Al-Maliki menjadi salah satu pesantren yang disasar dalam sosialisasi tersebut.

Bilqis menekankan, perubahan kebiasaan tidak perlu dimulai dari sesuatu yang besar. Santri dapat memulainya dari lingkungan terdekat, seperti kamar, tempat tidur hingga area makan.

Baca Juga :  Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Pengelola SPPG di Kota Pekalongan Minta Evaluasi Menyeluruh

Bahkan, ia meminta kebersihan lingkungan setelah kegiatan menjadi salah satu contoh sederhana untuk melihat apakah pesan yang disampaikan benar-benar diterapkan.

“Setelah mendapatkan sosialisasi dan pembagian snack, jangan sampai ada sampah yang berserakan. Pendopo yang awalnya bersih harus tetap bersih, jangan sampai ada sisa sampah sekecil apa pun,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan Joko Purnomo menambahkan, pembentukan kebiasaan tersebut perlu dimulai sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah.

Menurut dia, anak-anak SD dan SMP perlu mendapatkan pemahaman bahwa sampah bukan semata-mata urusan petugas kebersihan atau pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab setiap orang sejak dari sumbernya.

“Kami ingin anak-anak ini dirubah mindset dan paradigmanya, sehingga mereka sadar tentang pengelolaan sampah yang baik,” terang Joko.

Ia berharap kebiasaan tersebut terbawa hingga mereka dewasa. Dengan begitu, anak-anak dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya dalam menangani sampah.

Baca Juga :  DLH Sebut PSEL Jadi Solusi Permanen Penanganan Sampah di Kota Pekalongan, Benarkah?

“Ke depan punya jiwa, punya budaya bahwa sampah itu harus mereka pertanggungjawabkan,” tuturnya.

Joko menilai perubahan perilaku dari sumber sampah menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan sampah di Kota Pekalongan.

Sementara itu, Kepala MTs Al-Maliki Cendekia, Lulu’ Arifatul Chofiah mengatakan, lingkungan sekolah dan asrama mereka mulai menerapkan pemilahan sampah.

Sampah di lingkungan asrama dipisahkan menjadi tiga kelompok, yakni sampah organik, anorganik dan residu.

“Untuk pengelolaan secara keseharian kami sudah mulai memilah dan memilih, terutama yang di asrama. Di asrama itu untuk sampah organik, anorganik dan juga sampah residu,” kata Lulu.

Tak hanya memilah sampah, siswa MTs Al-Maliki juga mulai didorong membuat inovasi. Menurut Lulu, para siswa sempat mengembangkan tempat sampah sebagai bagian dari respons terhadap persoalan darurat sampah yang menjadi perhatian Pemkot Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Pekalongan Isi Jabatan Kosong, Sri Budi Santoso Jadi Asisten Administrasi Umum
Jalan Sehat Berbusana Batik di Kota Pekalongan, Aaf Singgung Persaingan Produk Impor
Atlet Esports Pekalongan Raih Perak Porprov Jateng 2026, Mental Jadi Kunci
RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November
Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi
Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung
Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta
Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:49 WIB

Pemkot Pekalongan Isi Jabatan Kosong, Sri Budi Santoso Jadi Asisten Administrasi Umum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Jalan Sehat Berbusana Batik di Kota Pekalongan, Aaf Singgung Persaingan Produk Impor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Atlet Esports Pekalongan Raih Perak Porprov Jateng 2026, Mental Jadi Kunci

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Berita Terbaru