SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sepanduk penolakan demo terpasang di pinggir jalan kawasan KEK Kendal, Kamis (17/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Sepanduk penolakan demo terpasang di pinggir jalan kawasan KEK Kendal, Kamis (17/9/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL KENDAL – Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) PUK KEK dan Pelabuhan Kabupaten Kendal menyatakan sikap menolak aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Mereka khawatir aksi tersebut mengganggu aktivitas industri hingga berdampak pada investasi dan perekonomian warga.

Perwakilan SPTI PUK KEK Kabupaten Kendal, David, mengatakan keberadaan KEK memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar, terutama warga Desa Wonorejo.

Menurutnya, geliat investasi di kawasan tersebut tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja formal. Aktivitas industri juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sektor informal.

“Keberadaan KEK memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya tenaga kerja formal, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM hingga sektor angkutan barang ikut merasakan manfaat dari aktivitas kawasan,” kata David, Kamis (17/9/2026) malam.

Dia menilai keberlangsungan aktivitas industri di KEK berkaitan erat dengan sumber penghasilan masyarakat. Semakin banyak aktivitas perusahaan, semakin banyak pula sektor pendukung yang ikut bergerak.

Baca Juga :  Kepala Truk Masuk Rumah Warga, Penghuni Terjebak saat Trailer Mengamuk di Pasuruan

Hal serupa disampaikan Bendahara SPTI, Hisyam. Dia berharap seluruh pihak dapat ikut menjaga keamanan dan kondusivitas kawasan.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan masyarakat tetap berjalan. Jangan sampai ada persoalan yang kemudian berdampak kepada pekerja dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

SPTI menyebut penyampaian aspirasi merupakan hal yang dapat dilakukan. Namun, mereka berharap setiap aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas perusahaan maupun masyarakat.

Mereka mendorong persoalan yang muncul di kawasan KEK diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang tersedia.

Kepala Desa Wonorejo juga berharap kegiatan investasi di wilayahnya dapat berjalan aman dan kondusif.

Menurutnya, jika memang terdapat persoalan atau kekurangan dalam pengelolaan kawasan, masyarakat maupun pihak terkait dapat menyampaikannya melalui jalur komunikasi.

Baca Juga :  Curhat ke Kapolres, Driver Ojol Kendal Soroti Penanganan Kecelakaan

“Kalau memang ada kekurangan, sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang lebih baik dan komunikasi, sehingga tidak mengganggu aktivitas investasi maupun masyarakat,” terangnya.

Dalam pernyataannya, SPTI juga mengungkapkan kekhawatiran adanya kemungkinan aksi demonstrasi dimanfaatkan oknum atau pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas kekhawatiran dari pihak SPTI. Apabila ada dugaan kepentingan tertentu di balik aksi, hal tersebut perlu dibuktikan berdasarkan fakta.

SPTI menegaskan sikap mereka bukan semata-mata soal keberadaan aksi demonstrasi. Perhatian utama mereka adalah keberlangsungan aktivitas ekonomi, lapangan pekerjaan dan keamanan kawasan KEK Kendal.

Mereka berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.

Dengan komunikasi yang baik, SPTI berharap kepentingan pekerja, masyarakat, dunia usaha, maupun pihak yang menyampaikan aspirasi tetap dapat berjalan tanpa mengganggu kondusivitas KEK Kendal.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng
Festival Kopi DCF 2026 Bukukan Kontrak Pesanan Rp15 Miliar
PLTA Garung Unit 2 Berhasil Black Start, Disiapkan untuk Pulihkan Listrik Saat Sistem Padam
Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Pantai Entak Kebumen Ditemukan Nelayan 2,2 Mil Laut dari Lokasi Kejadian
30 Hektar Lahan PLTA Garung Wonosobo Disiapkan Jadi Kawasan Wisata

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Kamis, 10 September 2026 - 14:27 WIB

Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan

Rabu, 9 September 2026 - 14:29 WIB

Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terbaru