Mbah Ubed: NU Harus Tetap Jadi Penjaga Moral, Dinamika Jangan Keluar dari Khittah

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh bicara NU di tengah dinamika politik, sosial dan budaya usai menghadiri Haul KH Amirin Ke-27 di Jenggot, Kota Pekalongan, Sabtu (15/8/26) malam.

Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh bicara NU di tengah dinamika politik, sosial dan budaya usai menghadiri Haul KH Amirin Ke-27 di Jenggot, Kota Pekalongan, Sabtu (15/8/26) malam.

KANAL KOTA — Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengingatkan NU agar tetap memegang prinsip dasar organisasi di tengah perubahan sosial dan dinamika politik yang berkembang.

Ulama yang akrab disapa Mbah Ubed itu menilai NU tidak bisa sepenuhnya terlepas dari pengaruh perubahan lingkungan, baik dari sisi politik, pemerintahan maupun budaya. Namun, perubahan tersebut menurutnya tidak boleh membuat NU kehilangan pijakan nilai yang selama ini menjadi dasar perjuangan organisasi.

“NU tidak bisa terpengaruh dengan keadaan yang sekitarnya. Ada pengaruh partai, ada pengaruh pemerintah, ada pengaruh budaya. Semuanya sudah berubah,” kata Mbah Ubed kepada wartawan usai menghadiri Haul KH Amirin Ke-27 di Jenggot, Kota Pekalongan, Sabtu (15/8/2026) malam.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang tersebut, salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan NU adalah perannya sebagai penjaga moral di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Berpegangan pada Batu Saat Dihantam Ombak, Budi Selamat dari Kapal Pecah di Muara Pekalongan

Ia menegaskan, NU harus terus menjaga dan menegakkan moral dengan mengacu pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Praktik-praktik yang dinilai tidak sesuai dengan nilai tersebut, kata dia, harus dikikis dan ditinggalkan.

“Jadi kita tetap harus memegang yang tidak bisa kita lepaskan di NU. NU sebagai penjaga moral. Penjaga moral ini harus selalu ditegakkan,” ujarnya.

Mbah Ubed juga menyinggung dinamika dan persaingan yang terjadi di internal maupun lingkungan NU. Menurutnya, persaingan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi cara yang digunakan tetap harus berada dalam koridor etika dan kehormatan.

Ia mengingatkan agar kepentingan maupun persaingan tidak menjadi alasan untuk menghalalkan berbagai cara.

“Mau persaingan kayak apa dan lain sebagainya, tapi harus tetap dengan cara-cara yang terhormat. Ora cara-cara sing halal, ora cara-cara sing haram,” tuturnya.

Baca Juga :  DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Lebih jauh, Mbah Ubed menilai akan menjadi sesuatu yang memalukan apabila dinamika NU justru bergerak keluar dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta keteladanan yang telah diwariskan para kiai dan pendiri NU.

Ia pun mengingatkan agar perubahan zaman tidak membuat NU kehilangan karakter dan prinsip yang selama ini menjadi fondasi organisasi.

“Sungguh sangat memalukan kalau dinamika itu sudah keluar dari jalur Ahlussunnah wal Jamaah dan apa yang telah dicontohkan oleh para kiai dahulu, para pendiri NU,” tegasnya.

Pernyataan ulama kharismatik tersebut kembali mengaskan bahwa di tengah perubahan politik, pemerintahan dan budaya, NU dinilai perlu tetap menjaga identitas serta fungsi moralnya. Bagi Mbah Ubed, dinamika organisasi tetap diperlukan, tetapi harus berjalan dengan cara-cara yang terhormat dan tidak meninggalkan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu NU.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing
PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan
Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan
Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026
Pemkot Upayakan Pemulangan PMI Kota Pekalongan Terlantar di Dubai
Grand Keisha Padel Court Dibuka, Kota Pekalongan Bidik Turnamen Nasional Berhadiah Rp1 Miliar
Reuni Akbar IKA Spensa Pekalongan 25 Angkatan Satukan Ratusan Alumni Lintas Generasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:27 WIB

PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pemkot Upayakan Pemulangan PMI Kota Pekalongan Terlantar di Dubai

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB