KANAL KOTA — Keluarga Khamidah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Buaran Kradenan yang sakit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tengah menunggu kepastian kepulangannya ke Indonesia. Pemerintah Kota Pekalongan mengaku telah menggerakkan koordinasi lintas lembaga, sementara anggota DPR RI Rizal Bawazier ikut mengawal penanganan kasus tersebut.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf) menyatakan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) telah melakukan koordinasi terkait mekanisme pemulangan dan pembiayaan. Pemkot juga berkomunikasi dengan Rizal Bawazier yang menyatakan siap membantu mengawal proses tersebut.
“Sudah ada koordinasi dengan anggota DPR RI Pak Rizal Bawazier. Beliau juga membantu mengawal. Dinperinaker sudah bergerak dan alhamdulillah sudah dikoordinasikan, serta akan dibantu oleh Pak Rizal Bawazier,” ujar Aaf, Senin (12/10/2026).
Ia menegaskan, sejumlah informasi yang beredar di media sosial, termasuk soal besaran biaya yang harus ditanggung, masih perlu diverifikasi. Menurutnya, penanganan harus berpijak pada data resmi agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan langkah pemulangan.
“Nanti kita belum tahu seperti apa mekanismenya di sana. Informasi di media sosial yang menyebutkan kebutuhan biaya sekian itu juga perlu dipastikan, apakah benar atau tidak,” jelasnya.
Khamidah diketahui bekerja di Dubai sekitar tiga bulan sebelum kondisi kesehatannya menurun. Ia kemudian meminta untuk dipulangkan ke Indonesia, tetapi proses tersebut terkendala biaya denda dan pemulangan yang diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp65 juta.
Jumlah itu menjadi beban berat bagi suaminya, Sujari, yang mengurus dua anak di rumah. Sujari mengaku tidak bekerja selama istrinya bekerja di luar negeri karena harus merawat anak-anak mereka.
Bagi keluarga, persoalan tersebut bukan hanya soal ongkos perjalanan dari Dubai ke Indonesia. Mereka juga membutuhkan kejelasan mengenai komponen biaya yang harus dibayar serta pihak yang bertanggung jawab menanggungnya.
“Kepulangan istri saya, Khamidah, menjadi harapan keluarga agar mereka bisa kembali berkumpul setelah terpisah selama istrinya bekerja di luar negeri,” kata Sujari.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, mengatakan telah menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mempercepat penanganan.
“Saya sudah menghubungi KJRI Dubai dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Insyaallah segera ditangani dan segera kita selesaikan,” ujar Rizal.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperjelas kendala administrasi dan pembiayaan yang menghambat kepulangan Khamidah. Namun, hingga keterangan terakhir, mekanisme pemulangan, rincian biaya, status penanganan di Dubai, serta kemungkinan bantuan dari pihak terkait masih perlu dipastikan melalui koordinasi lanjutan.
Pemkot Pekalongan berharap upaya bersama tersebut segera menghasilkan solusi agar Khamidah dapat pulang dengan aman dan keluarganya dapat berkumpul kembali.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












