Pemkot Upayakan Pemulangan PMI Kota Pekalongan Terlantar di Dubai

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid saat menanggapi adanya pekerja migran yang terlantar di Dubai, Senin (12/10/26). Foto: Dok Pemkot Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid saat menanggapi adanya pekerja migran yang terlantar di Dubai, Senin (12/10/26). Foto: Dok Pemkot Pekalongan

KANAL KOTA — Keluarga Khamidah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Buaran Kradenan yang sakit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tengah menunggu kepastian kepulangannya ke Indonesia. Pemerintah Kota Pekalongan mengaku telah menggerakkan koordinasi lintas lembaga, sementara anggota DPR RI Rizal Bawazier ikut mengawal penanganan kasus tersebut.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf) menyatakan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) telah melakukan koordinasi terkait mekanisme pemulangan dan pembiayaan. Pemkot juga berkomunikasi dengan Rizal Bawazier yang menyatakan siap membantu mengawal proses tersebut.

“Sudah ada koordinasi dengan anggota DPR RI Pak Rizal Bawazier. Beliau juga membantu mengawal. Dinperinaker sudah bergerak dan alhamdulillah sudah dikoordinasikan, serta akan dibantu oleh Pak Rizal Bawazier,” ujar Aaf, Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan, sejumlah informasi yang beredar di media sosial, termasuk soal besaran biaya yang harus ditanggung, masih perlu diverifikasi. Menurutnya, penanganan harus berpijak pada data resmi agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan langkah pemulangan.

Baca Juga :  Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh Medono dan Al Irsyad Pekalongan Jajaki Kolaborasi Dakwah hingga Pengolahan Sampah

“Nanti kita belum tahu seperti apa mekanismenya di sana. Informasi di media sosial yang menyebutkan kebutuhan biaya sekian itu juga perlu dipastikan, apakah benar atau tidak,” jelasnya.

Khamidah diketahui bekerja di Dubai sekitar tiga bulan sebelum kondisi kesehatannya menurun. Ia kemudian meminta untuk dipulangkan ke Indonesia, tetapi proses tersebut terkendala biaya denda dan pemulangan yang diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp65 juta.

Jumlah itu menjadi beban berat bagi suaminya, Sujari, yang mengurus dua anak di rumah. Sujari mengaku tidak bekerja selama istrinya bekerja di luar negeri karena harus merawat anak-anak mereka.

Bagi keluarga, persoalan tersebut bukan hanya soal ongkos perjalanan dari Dubai ke Indonesia. Mereka juga membutuhkan kejelasan mengenai komponen biaya yang harus dibayar serta pihak yang bertanggung jawab menanggungnya.

Baca Juga :  Kurun Enam Bulan, Stasiun Pekalongan Layani Lebih 708 Ribu Penumpang

“Kepulangan istri saya, Khamidah, menjadi harapan keluarga agar mereka bisa kembali berkumpul setelah terpisah selama istrinya bekerja di luar negeri,” kata Sujari.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, mengatakan telah menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mempercepat penanganan.

“Saya sudah menghubungi KJRI Dubai dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Insyaallah segera ditangani dan segera kita selesaikan,” ujar Rizal.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperjelas kendala administrasi dan pembiayaan yang menghambat kepulangan Khamidah. Namun, hingga keterangan terakhir, mekanisme pemulangan, rincian biaya, status penanganan di Dubai, serta kemungkinan bantuan dari pihak terkait masih perlu dipastikan melalui koordinasi lanjutan.

Pemkot Pekalongan berharap upaya bersama tersebut segera menghasilkan solusi agar Khamidah dapat pulang dengan aman dan keluarganya dapat berkumpul kembali.

 

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing
PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan
Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan
Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026
Grand Keisha Padel Court Dibuka, Kota Pekalongan Bidik Turnamen Nasional Berhadiah Rp1 Miliar
Reuni Akbar IKA Spensa Pekalongan 25 Angkatan Satukan Ratusan Alumni Lintas Generasi
Batik Pekalongan Mencari Penerus, 50 Pelajar Jateng Ditarik ke ‘Pranggok’ dadakan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:27 WIB

PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026

Berita Terbaru

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB