BANTUL, KANALPLUS.ID – Meningkatnya jumlah peserta didik membuat TK ‘Aisyiyah Pembina Banguntapan di Kabupaten Bantul harus menghadapi keterbatasan ruang belajar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah akhirnya mendapat bantuan revitalisasi senilai Rp1,411 miliar yang akan digunakan membangun gedung baru beserta berbagai fasilitas pendukung.
Pembangunan Unit 2 TK ‘Aisyiyah Pembina Banguntapan di Potorono, Banguntapan, resmi dimulai pada Jumat (24/7/2026). Program tersebut merupakan bagian dari Revitalisasi Satuan Pendidikan yang didukung Pemerintah Republik Indonesia.
Kepala TK ‘Aisyiyah Pembina Banguntapan, Efendi Windanu, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena kapasitas sekolah selama ini mulai terbatas di tengah bertambahnya jumlah siswa.
“Alhamdulillah kami memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp1.411.340.000. Dari jumlah tersebut sekitar Rp1,2 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik gedung, sedangkan sisanya digunakan untuk biaya pengelolaan,” katanya.
Melalui revitalisasi tersebut, sekolah akan membangun tiga ruang kelas baru, ruang administrasi, area bermain anak, fasilitas sanitasi, serta melengkapi bangunan dengan berbagai perabot pendukung.
Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari atau sekitar lima bulan sehingga gedung baru diharapkan sudah dapat dimanfaatkan mulai Desember 2026. Proses konstruksi dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan.
Saat ini TK ‘Aisyiyah Pembina Banguntapan memiliki 145 peserta didik yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar. Sekolah yang berdiri sejak 1997 itu sebelumnya bernama TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Potorono I sebelum berganti menjadi TK Pembina Banguntapan dan kemudian resmi menggunakan nama TK ‘Aisyiyah Pembina Banguntapan.
Selain menambah kapasitas ruang belajar, sekolah juga menyiapkan penguatan mutu pendidikan. Program yang akan dikembangkan meliputi pembinaan karakter religius, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak usia dini, hingga pengembangan minat dan bakat anak melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.
Sekolah tersebut selama ini dikenal aktif mencetak prestasi di bidang drum band, angklung, paduan suara, dan tari. Tidak hanya peserta didik, para guru juga berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kompetisi, termasuk lomba berkisah Islami.
Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan bagian dari komitmen panjang organisasi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, kiprah ‘Aisyiyah di bidang taman kanak-kanak telah berlangsung selama 107 tahun sejak mendirikan TK pertama di Kauman, Yogyakarta.
Ia berharap bantuan revitalisasi serupa dapat diperluas karena masih banyak satuan PAUD yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai tantangan pendidikan anak usia dini saat ini tidak lagi sebatas memperbanyak jumlah lembaga, melainkan memastikan kualitas layanan terus meningkat. Menurutnya, pembangunan Unit 2 TK ‘Aisyiyah Pembina Banguntapan diharapkan menjadi langkah memperkuat layanan PAUD berbasis komunitas sekaligus menjawab kebutuhan ruang belajar yang terus bertambah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












