34 Pilkades di Pekalongan Masuk Radar Pengamanan, Polisi Waspadai Politik Uang hingga Hoaks

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sebanyak 34 desa yang akan menggelar Pilkades kini menjadi fokus pengawasan untuk mencegah konflik oleh aparat keamanan, Rabu (15/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Sebanyak 34 desa yang akan menggelar Pilkades kini menjadi fokus pengawasan untuk mencegah konflik oleh aparat keamanan, Rabu (15/7/26). Foto : Ilustrasi AI

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Pekalongan belum memasuki tahapan kampanye, namun aparat keamanan mulai memetakan berbagai potensi kerawanan. Sebanyak 34 desa yang akan menggelar Pilkades kini menjadi fokus pengawasan untuk mencegah konflik sejak dini.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, pengalaman dari berbagai daerah menunjukkan gesekan pada Pilkades sering kali dipicu persoalan yang tampak sepele, namun dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, kepolisian telah mengidentifikasi sejumlah potensi gangguan yang berpeluang muncul selama proses Pilkades berlangsung.

“Potensi yang harus diantisipasi mulai dari politik uang, mobilisasi massa, konflik antarpendukung, intimidasi, provokasi, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, perusakan alat peraga kampanye, gangguan keamanan di TPS, sengketa hasil pemilihan, hingga aksi premanisme,” kata Rachmad dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Antisipasi Kebakaran Hutan/Lahan dan Kesiapan Pilkades Serentak 2026 di Aula Setya Polres Pekalongan, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Aksi Viral Karnaval Pekalongan Bikin Heboh, Lurah Simbangkulon Akui Pemerintah Kecolongan

Ia menegaskan, meski Pilkades hanya berlangsung di 34 desa, dampaknya bisa meluas apabila konflik tidak segera dimitigasi.

“Jangan sampai muncul gejolak yang akhirnya menjadi ramai. Memang hanya 34 desa, tetapi kalau tidak bisa dimitigasi dengan baik, dampaknya bisa meluas,” ujarnya.

Pilkades Serentak dijadwalkan berlangsung hingga November 2026, mulai dari tahapan persiapan, pencalonan, kampanye, hingga pemungutan suara. Selama rentang waktu tersebut, Polres Pekalongan akan menyiapkan pola pengamanan sesuai tingkat kerawanan masing-masing desa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman mengakui dinamika politik di sejumlah desa mulai terasa. Pemerintah daerah pun meminta seluruh camat lebih aktif memantau perkembangan wilayah serta segera memfasilitasi penyelesaian persoalan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Menurutnya, berbagai aspirasi dari masyarakat terkait Pilkades sudah mulai bermunculan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah kecamatan, Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan menjadi kunci menjaga stabilitas.

Baca Juga :  Guru Pembina Ekstrakurikuler Cabuli 5 Murid Laki-laki di Pekalongan Divonis 6 Tahun Penjara

“Kami membutuhkan dukungan TNI dan Polri agar situasi tetap kondusif, khususnya di desa-desa yang mulai mengalami dinamika menjelang Pilkades,” kata Sukirman.

Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi memastikan seluruh Babinsa akan dilibatkan untuk mengawal tahapan Pilkades di desa binaan masing-masing.

Selain membantu menjaga keamanan, Babinsa juga akan mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu maupun kampanye hitam yang berpotensi memecah belah warga.

Menurutnya, menjaga kondusivitas Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh masyarakat agar pesta demokrasi tingkat desa tidak berubah menjadi konflik horizontal yang mengganggu kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Berita Terbaru

Kesibukan kru dalam produksi film di sebuah studio besar. Foto: Ilustrasi AI

Hiburan

10 Pusat Produksi Film Terbesar Dunia

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:10 WIB