Food Bank Pekalongan Bidik Distribusi 2.000 Porsi Makanan per Hari untuk Warga Rentan

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Food Bank Pekalongan dengan puluhan relawan dari 27 kelurahan yang ada di Kota Pekalongan berlangsung, Minggu (21/6/26).

Pertemuan Food Bank Pekalongan dengan puluhan relawan dari 27 kelurahan yang ada di Kota Pekalongan berlangsung, Minggu (21/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Gerakan Food Bank Pekalongan mulai menunjukkan kekuatan kolektif untuk membantu mengatasi kerawanan pangan di wilayah perkotaan. Dari hasil pendataan terbaru, sedikitnya terdapat 40 dapur yang berpotensi terlibat dalam program tersebut dengan kapasitas distribusi mencapai sekitar 2.000 paket makanan setiap hari.

Penggagas Food Bank Pekalongan, Prof. Dr. Ahmad Subagyo, mengungkapkan potensi tersebut teridentifikasi setelah pertemuan bersama 27 relawan yang mewakili seluruh kelurahan di Kota Pekalongan.

“Hari ini kita mendapatkan data bahwa ada sekitar 40 dapur yang berpotensi terlibat. Kalau satu dapur mampu menyalurkan 50 paket makanan per hari, maka ada sekitar 2.000 paket yang bisa didistribusikan kepada warga yang membutuhkan,” kata Ahmad Subagyo kepada kanalplus.id, Minggu (21/6/2026) petang.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa Kota Pekalongan memiliki modal sosial yang cukup besar untuk menjalankan program food bank secara berkelanjutan. Terlebih, para relawan yang bergabung berasal dari berbagai komunitas kemanusiaan yang selama ini telah aktif membantu masyarakat.

“Yang membuat kami optimistis, relawan yang hadir ini datang bukan untuk mencari pekerjaan, tetapi memang memiliki semangat membantu sesama. Ini menjadi kekuatan utama dari food bank,” ujarnya.

Program Food Bank Pekalongan dirancang untuk menjembatani kelebihan pangan yang masih layak konsumsi agar dapat disalurkan kepada kelompok masyarakat rentan. Sasaran utamanya meliputi pekerja informal, korban rob, lansia, penghuni rumah singgah, hingga orang tua tunggal yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Baca Juga :  Baru Dibangun, Koperasi Desa Merah Putih di Batang Sudah Dibobol Maling, Kabel Penangkal Petir hingga Blower AC Digondol

Subagyo menjelaskan, selama ini masih terdapat makanan yang tidak tersalurkan secara optimal dari berbagai sumber. Melalui sistem food bank, makanan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Ada hak masyarakat yang sebenarnya masih berada di dapur dan belum tersalurkan. Itu yang ingin kita gerakkan bersama agar manfaat program pangan bisa menjangkau lebih banyak warga,” paparnya.

Meski demikian, operasional food bank belum akan berjalan dalam waktu dekat. Dalam dua hingga tiga pekan ke depan, tim masih fokus melakukan konsolidasi dengan pemerintah daerah, pengelola dapur, dan para relawan untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme distribusi pangan.

Salah satu pekerjaan rumah yang kini sedang disiapkan adalah penyusunan basis data penerima manfaat. Menurut Subagyo, hingga kini pihaknya masih menunggu data dari instansi terkait, namun relawan di tingkat kelurahan akan menjadi ujung tombak pendataan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Kita akan mendapatkan data riil dari lapangan melalui relawan. Mereka yang paling tahu kondisi masyarakat di masing-masing kelurahan,” terangnya.

Baca Juga :  Polisi Arahkan Truk Besar Masuk Tol untuk Kurangi Risiko Kecelakaan di Pantura

Para relawan yang hadir diketahui berasal dari seluruh 27 kelurahan di Kota Pekalongan. Sebagian besar merupakan tokoh lokal dan aktivis kemanusiaan yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan sosial seperti program Jumat Berkah dan pembagian makanan bagi masyarakat kurang mampu.

Subagyo menilai keberadaan jaringan relawan tersebut menjadi aset penting karena mereka telah memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan filantropi dan pelayanan masyarakat.

“Akademisi bisa membuat konsep, tetapi yang menjalankan di lapangan adalah para relawan. Kolaborasi ini yang menjadi kekuatan Food Bank Pekalongan,” jelasnya.

Ke depan, Food Bank Pekalongan tidak hanya mengandalkan pasokan pangan dari satu sumber. Selain memanfaatkan potensi dapur yang sudah ada, pengelola juga berencana menggandeng restoran, hotel, dan berbagai sektor lain yang memiliki kelebihan pangan layak konsumsi.

“Kalaupun suatu saat sumber pasokan dari satu program berhenti, food bank tidak akan berhenti. Karena masih banyak sumber pangan lain yang bisa diselamatkan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Subagyo.

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari komunitas relawan, akademisi, pemerintah daerah hingga lembaga filantropi, dengan harapan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam membantu warga rentan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Warung Sop di Jalan Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Terbakar, Diduga Dipicu Panci Rebusan yang Ditinggal
Diadang Aparat Gabungan, 150 Mahasiswa AMPERA Pilih Gelar ‘Parlemen Jalanan’, Berujung Kesepakatan dengan Wali Kota dan DPRD
Food Bank Pekalongan Bersiap Gandeng BAZNAS dan Pemkot, Skema Kolaborasi Mulai Dimatangkan
Warga Setono Patungan Biayai Pemakaman Korban Tenggelam, Luruskan Bukan Bantuan Pemerintah
Kisah Pilu Ibu Penjual Pisang Keliling di Kota Pekalongan Tangisi Jasad Anaknya yang Ditemukan Tenggelam oleh Tim SAR di Kali Banger Karena Tak Mampu Biayai Pemakaman
Korban Tenggelam di Kali Banger Ditemukan Mengapung, Tim SAR Gabungan Akhiri Pencarian Hari Kedua
KPK Kembali Bidik ASN dan Swasta di Pekalongan, 23 Saksi Dijadwalkan Diperiksa di Mapolres Pekalongan Kota
Hari Kedua Operasi SAR Korban Tenggelam di Kali Banger Kota Pekalongan, Radius Pencarian Diperluas hingga 1 Kilometer

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:22 WIB

Food Bank Pekalongan Bidik Distribusi 2.000 Porsi Makanan per Hari untuk Warga Rentan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:11 WIB

Warung Sop di Jalan Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Terbakar, Diduga Dipicu Panci Rebusan yang Ditinggal

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:35 WIB

Diadang Aparat Gabungan, 150 Mahasiswa AMPERA Pilih Gelar ‘Parlemen Jalanan’, Berujung Kesepakatan dengan Wali Kota dan DPRD

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:29 WIB

Food Bank Pekalongan Bersiap Gandeng BAZNAS dan Pemkot, Skema Kolaborasi Mulai Dimatangkan

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:21 WIB

Warga Setono Patungan Biayai Pemakaman Korban Tenggelam, Luruskan Bukan Bantuan Pemerintah

Berita Terbaru