8 Pekerjaan yang Tidak Membutuhkan AI, Masih Efektif Dikerjakan Manusia di Tengah Kemajuan Teknologi

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sejumlah profesi seperti perajin, petani, nelayan, tukang cukur, juru masak, pekerja konstruksi, terapis pijat, dan penjahit masih mengandalkan keterampilan serta pengalaman manusia tanpa harus menggunakan kecerdasan buatan. (Foto: Ilustrasi AI)

Sejumlah profesi seperti perajin, petani, nelayan, tukang cukur, juru masak, pekerja konstruksi, terapis pijat, dan penjahit masih mengandalkan keterampilan serta pengalaman manusia tanpa harus menggunakan kecerdasan buatan. (Foto: Ilustrasi AI)

KANAL TEKNOLOGI –  Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah berbagai sektor pekerjaan. Aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit, mulai dari menulis, menerjemahkan, membuat desain, mengolah data, hingga memproduksi video.

Namun, tidak semua pekerjaan membutuhkan bantuan AI. Ada sejumlah profesi yang sejak awal hingga akhir prosesnya dapat dikerjakan manusia secara mandiri tanpa kecerdasan buatan. Hasilnya tetap efektif, bahkan dalam beberapa kasus justru lebih baik karena mengandalkan keterampilan, pengalaman dan interaksi langsung.

Menangkap ikan menggunakan jaring, pancing, dan perahu sederhana merupakan pekerjaan yang mengandalkan keterampilan fisik serta pengalaman membaca kondisi laut.

Nelayan memahami arah angin, gelombang, arus, pasang surut, hingga kebiasaan ikan berdasarkan pengalaman. AI dapat membantu memperkirakan lokasi penangkapan ikan, tetapi nelayan tetap bisa bekerja secara efektif tanpa teknologi tersebut.

4. Tukang cukur

Memotong rambut merupakan pekerjaan yang sepenuhnya bisa dilakukan manusia tanpa bantuan AI. Tukang cukur mengandalkan keterampilan tangan, ketelitian, dan kemampuan memahami keinginan pelanggan.

Baca Juga :  Tanah Jarang Bukan Tanah, Tapi Mineral Langka yang Menguasai Teknologi Dunia

Interaksi personal juga menjadi nilai tambah. Pelanggan tidak hanya mencari hasil potongan rambut, tetapi terkadang juga kenyamanan dan kepercayaan terhadap tukang cukur langganannya.

Perangkat pijat otomatis memang sudah tersedia, tetapi belum tentu mampu menyesuaikan perlakuan dengan kebutuhan setiap orang. Pekerjaan ini tetap dapat dilakukan sepenuhnya oleh manusia tanpa bantuan AI.

8. Penjahit

Mengukur tubuh, membuat pola, memotong kain, menjahit, hingga memperbaiki pakaian merupakan rangkaian pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa kecerdasan buatan.

AI dapat membantu membuat desain dan pola digital, tetapi penjahit tetap mampu menghasilkan pakaian berkualitas dengan keterampilan dan peralatan konvensional.

World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs Report 2025 memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan akan tergeser secara global hingga 2030. Namun, pada periode yang sama diperkirakan muncul 170 juta pekerjaan baru. Dengan demikian, terdapat potensi penambahan bersih sekitar 78 juta pekerjaan. Pergeseran tersebut juga dipengaruhi faktor ekonomi, demografi, dan perubahan teknologi lainnya, bukan hanya AI.

Baca Juga :  Nanoteknologi Makin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari, dari Deteksi Kanker hingga Energi Bersih

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak AI terhadap pekerjaan memang semakin besar. Namun, penting membedakan pekerjaan yang terpapar AI, pekerjaan yang berpotensi diotomatisasi, dan pekerjaan yang benar-benar sudah hilang.

Meski demikian, tidak berarti seluruh pekerjaan manual kebal terhadap otomatisasi. Robotika terus berkembang dan berpotensi mengambil alih sebagian pekerjaan fisik, terutama yang berulang dan memiliki pola kerja standar.

Pada akhirnya, tidak semua pekerjaan harus menggunakan AI agar tetap produktif. Petani tetap bisa menghasilkan panen, nelayan bisa menangkap ikan, penjahit bisa membuat pakaian, dan perajin bisa menghasilkan karya tanpa kecerdasan buatan.

Teknologi yang mampu melakukan suatu pekerjaan belum tentu harus digunakan untuk menggantikan manusia. Sebab, dalam banyak profesi, keterampilan, pengalaman, sentuhan personal, dan biaya produksi tetap menjadi alasan mengapa manusia masih menjadi pilihan yang lebih efektif.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Center Jadi Bisnis Triliunan Dolar, Siapa yang Paling Diuntungkan dan Apa Dampaknya bagi Negara?
Mengapa Data Center Membutuhkan Air dalam Jumlah Besar? Ini Cara Kerja, Risiko dan Alternatif Pendinginnya
Ledakan AI Menguras Air, Mengapa Pembangunan Data Center Mulai Ditolak di Berbagai Negara?
AI Mulai Saling Berkomunikasi, Apakah Manusia Masih Memegang Kendali?
Perkembangan Teknologi Maritim Listrik, Dari Prototipe Menuju Komersialisasi
Senjata yang Mengubah Peradaban Manusia, Dari Tombak Batu hingga Meriam
10 Kota dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak di Dunia
Tanah Jarang Bukan Tanah, Tapi Mineral Langka yang Menguasai Teknologi Dunia

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:00 WIB

8 Pekerjaan yang Tidak Membutuhkan AI, Masih Efektif Dikerjakan Manusia di Tengah Kemajuan Teknologi

Selasa, 3 November 2026 - 06:20 WIB

Data Center Jadi Bisnis Triliunan Dolar, Siapa yang Paling Diuntungkan dan Apa Dampaknya bagi Negara?

Senin, 2 November 2026 - 06:10 WIB

Mengapa Data Center Membutuhkan Air dalam Jumlah Besar? Ini Cara Kerja, Risiko dan Alternatif Pendinginnya

Minggu, 1 November 2026 - 06:10 WIB

Ledakan AI Menguras Air, Mengapa Pembangunan Data Center Mulai Ditolak di Berbagai Negara?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

AI Mulai Saling Berkomunikasi, Apakah Manusia Masih Memegang Kendali?

Berita Terbaru