KANAL BATANG – Makanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dikonsumsi 34 warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, ternyata telah dimasak sejak sekitar pukul 04.00 WIB sebelum dibagikan pada Senin 21 September 2026 sore.
Makanan tersebut awalnya disiapkan untuk kegiatan Posyandu Mawar yang dijadwalkan berlangsung pada pagi hari. Namun, kegiatan posyandu kemudian ditunda hingga sore karena ada seorang balita yang meninggal dunia.
Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan, makanan yang disiapkan berupa bubur kacang hijau, tahu bacem dan roti tawar.
“Padahal PMT sudah dimasak pada waktu pagi hari,” ungkap Luksono kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Menurut Luksono, makanan tersebut dibuat sendiri oleh kader posyandu menggunakan anggaran dana desa.
Karena jadwal posyandu berubah dari pagi menjadi sore, makanan yang sudah disiapkan sejak pagi tetap dibagikan kepada warga pada sore hari.
Kegiatan posyandu tersebut berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Dukuh Rawasuko, Desa Rowobelang, dan melibatkan warga dari RT 1 dan RT 2 RW 2.
Beberapa jam setelah mengonsumsi PMT, sejumlah warga mulai mengalami keluhan. Sekitar pukul 21.00 WIB, warga mulai berdatangan untuk mendapatkan pertolongan karena mengalami gejala yang serupa.
Gejala yang dilaporkan antara lain pusing, mual, muntah, diare, sakit perut dan lemas serta demam.
“Jadi Indikasinya setelah menyantap PMT, kondisinya sama semuanya, yaitu mual, muntah, diare,” ujar Luksono.
Luksono menegaskan pihaknya belum bisa memastikan jenis makanan yang menjadi sumber masalah. Pemeriksaan masih dilakukan terhadap seluruh menu yang dibagikan.
“Ini masih diidentifikasi apakah dari kacang hijaunya, apakah dari tahu bacemnya, apakah juga dari roti tawarnya,” jelasnya.
Kapolsek Batang AKP Ghozali mengatakan, setelah mengetahui adanya warga dengan keluhan serupa, penanganan dilakukan bersama Puskesmas Batang 3 dan rumah sakit.
Sebagian warga dibawa ke IGD RS Kalisari, sementara warga dengan kondisi lebih ringan mendapat penanganan di Musala Al-Ikhlas.
“Sebagian warga diangkut langsung ke IGD di Rumah Sakit Kalisari, sebagian ditangani di Musala Al-Ikhlas ini sama Puskesmas Batang 3,” terang Ghozali.
Hingga Selasa siang, penanganan terhadap warga masih dilakukan secara bertahap. Sebagian korban telah pulang dari rumah sakit, sementara lainnya masih menjalani perawatan.
Pihak Dinas Kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan dan mengamankan sampel makanan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala pada warga.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












