Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 12:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi memperlihatkan panci berisi sisa bubur kacang ijo yang disantap warga di tiga RT di Desa Rowobelang, sebagai PMT dalam kegiatan Posyandu Mawar, Selasa (22/9/2026).

Polisi memperlihatkan panci berisi sisa bubur kacang ijo yang disantap warga di tiga RT di Desa Rowobelang, sebagai PMT dalam kegiatan Posyandu Mawar, Selasa (22/9/2026).

KANAL BATANG – Makanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dikonsumsi 34 warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, ternyata telah dimasak sejak sekitar pukul 04.00 WIB sebelum dibagikan pada Senin 21 September 2026 sore.

Makanan tersebut awalnya disiapkan untuk kegiatan Posyandu Mawar yang dijadwalkan berlangsung pada pagi hari. Namun, kegiatan posyandu kemudian ditunda hingga sore karena ada seorang balita yang meninggal dunia.

Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan, makanan yang disiapkan berupa bubur kacang hijau, tahu bacem dan roti tawar.

“Padahal PMT sudah dimasak pada waktu pagi hari,” ungkap Luksono kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).

Menurut Luksono, makanan tersebut dibuat sendiri oleh kader posyandu menggunakan anggaran dana desa.

Karena jadwal posyandu berubah dari pagi menjadi sore, makanan yang sudah disiapkan sejak pagi tetap dibagikan kepada warga pada sore hari.

Baca Juga :  Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan

Kegiatan posyandu tersebut berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Dukuh Rawasuko, Desa Rowobelang, dan melibatkan warga dari RT 1 dan RT 2 RW 2.

Beberapa jam setelah mengonsumsi PMT, sejumlah warga mulai mengalami keluhan. Sekitar pukul 21.00 WIB, warga mulai berdatangan untuk mendapatkan pertolongan karena mengalami gejala yang serupa.

Gejala yang dilaporkan antara lain pusing, mual, muntah, diare, sakit perut dan lemas serta demam.

“Jadi Indikasinya setelah menyantap PMT, kondisinya sama semuanya, yaitu mual, muntah, diare,” ujar Luksono.

Luksono menegaskan pihaknya belum bisa memastikan jenis makanan yang menjadi sumber masalah. Pemeriksaan masih dilakukan terhadap seluruh menu yang dibagikan.

“Ini masih diidentifikasi apakah dari kacang hijaunya, apakah dari tahu bacemnya, apakah juga dari roti tawarnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Buruh Konveksi Ditemukan Tewas di Tempat Kerja, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Kapolsek Batang AKP Ghozali mengatakan, setelah mengetahui adanya warga dengan keluhan serupa, penanganan dilakukan bersama Puskesmas Batang 3 dan rumah sakit.

Sebagian warga dibawa ke IGD RS Kalisari, sementara warga dengan kondisi lebih ringan mendapat penanganan di Musala Al-Ikhlas.

“Sebagian warga diangkut langsung ke IGD di Rumah Sakit Kalisari, sebagian ditangani di Musala Al-Ikhlas ini sama Puskesmas Batang 3,” terang Ghozali.

Hingga Selasa siang, penanganan terhadap warga masih dilakukan secara bertahap. Sebagian korban telah pulang dari rumah sakit, sementara lainnya masih menjalani perawatan.

Pihak Dinas Kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan dan mengamankan sampel makanan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala pada warga.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa
Puluhan Warga Batang Alami Gejala Keracunan Usai Santap PMT, Balita hingga Lansia Jadi Korban
Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan
Gudang Mebel dan Tiga Rumah di Pekalongan Terbakar, Kerugian Rp500 Juta
Tak Hanya Pedagang Sosis yang Dikeroyok, Seorang Penonton Juga Jadi Korban di Karnaval Simbangkulon Pekalongan
Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung
Korban Kapal Karam di Muara Pelabuhan Pekalongan Dijemput Keluarga
Cerita Dua dari Lima Kapal Masuk Muara Pelabuhan Pekalongan Saat Cuaca Buruk Dilaporkan Karam Digulung Ombak

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa

Selasa, 22 September 2026 - 12:15 WIB

Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh

Selasa, 22 September 2026 - 11:50 WIB

Puluhan Warga Batang Alami Gejala Keracunan Usai Santap PMT, Balita hingga Lansia Jadi Korban

Senin, 21 September 2026 - 16:31 WIB

Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan

Kamis, 17 September 2026 - 09:50 WIB

Gudang Mebel dan Tiga Rumah di Pekalongan Terbakar, Kerugian Rp500 Juta

Berita Terbaru