KANAL BATANG – Sebanyak 34 warga Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, mengalami mual, muntah, diare, sakit perut dan lemas setelah mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu Mawar pada Senin 21 September 2026.
Korban terdiri dari balita hingga lansia. Korban termuda berusia sekitar 18 bulan, sedangkan yang tertua berusia 68 tahun.
Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan, kejadian tersebut terjadi setelah kegiatan Posyandu Mawar di Dukuh Rawasuko, Desa Rowobelang, yang mencakup RT 1 dan RT 2 RW 2.
Menurut dia, warga mulai mengalami keluhan pada Senin malam, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tambahan yang dibagikan dalam kegiatan posyandu.
“Jadi indikasinya setelah menyantap PMT. Kondisinya sama semuanya, yaitu mual, muntah, diare,” ungkap Luksono, Selasa (22/9/2026).
PMT yang dibagikan terdiri dari bubur kacang hijau, tahu bacem dan roti tawar. Makanan tersebut dibuat sendiri oleh kader posyandu menggunakan anggaran dana desa.
Luksono mengatakan, sebagian warga mengalami kondisi lemas. Tidak ada korban yang dilaporkan sampai pingsan.
Penanganan kemudian dilakukan secara bertahap. Sebagian warga dibawa ke IGD RS Kalisari, sementara warga dengan kondisi lebih ringan mendapat penanganan dari Puskesmas Batang 3 di Musala Al-Ikhlas.
Kapolsek Batang AKP Ghozali mengatakan, pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah warga mulai datang untuk mendapatkan pertolongan. Saat itu petugas mulai mengetahui adanya sejumlah warga dengan keluhan yang serupa.
“Sebagian warga diangkut langsung ke IGD di Rumah Sakit Kalisari, sebagian ditangani di Musala Al-Ikhlas ini sama Puskesmas Batang 3,” kata Ghozali.
Menurut Ghozali, sebagian warga sempat tidak bersedia dibawa ke rumah sakit. Petugas kemudian melakukan pendataan dan mendatangi warga berdasarkan daftar penerima PMT.
Dari pendataan tersebut, jumlah warga yang mengalami gejala tercatat sebanyak 34 orang.
Kondisi para korban hingga Selasa masih beragam. Sebagian telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, sementara sebagian lainnya masih menjalani penanganan. Ada pula warga yang baru dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah.
Salah satu korban adalah Arsya, anak berusia tujuh tahun. Ibunya, Eva Martini (37), mengatakan Arsya mulai mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Arsya kemudian mengalami muntah dan diare. Eva mengatakan anaknya mengonsumsi PMT sekitar pukul 14.00 WIB dan mulai mengalami gejala pada malam harinya.
Awalnya Eva mengira kondisi tersebut merupakan sakit biasa dan belum mengetahui adanya warga lain yang mengalami keluhan serupa.
Sementara itu, petugas telah mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan.
Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab munculnya gejala pada 34 warga tersebut. Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan sumbernya, termasuk dari bubur kacang hijau, tahu bacem, roti tawar maupun faktor lainnya.
Karena itu, kejadian tersebut masih dalam penanganan dan penyebab pastinya menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












