Kisah Witono Menolak Pensiun, Pilih Kursus Kilat di Ruang Pelatihan Pemkot Pekalongan Demi Sambung Hidup

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 14:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Witono berpose bersama Wakil Wali Kota Pekalongan dan Kepala Dinperinaker, Senin (28/9/26). Foto: Dok Pemkot Pekalongan

Witono berpose bersama Wakil Wali Kota Pekalongan dan Kepala Dinperinaker, Senin (28/9/26). Foto: Dok Pemkot Pekalongan

KANAL KOTA – Di saat sebagian orang seusianya mulai menikmati masa pensiun dengan bersantai, Witono (58) justru memilih duduk di balik meja bengkel mininya, memegang obeng dan menatap motherboard handphone dengan mata yang mulai rabun. Ia bukan sedang bernostalgia, melainkan sedang menenun kembali asa ekonomi keluarganya.

​Warga Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan, ini adalah satu dari 96 peserta yang tersaring dari total 250 pendaftar ketat Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap 2 Tahun 2026 yang dihelat oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan.

Alih-alih memilih pelatihan yang menguras tenaga fisik, Witono melabuhkan pilihannya pada dunia reparasi ponsel pintar di mana sebuah bidang yang ia yakini akan terus hidup seiring derasnya arus digitalisasi.

​Bagi Witono, pilihan ini adalah kalkulasi bertahan hidup yang matang. Fisik yang tak lagi muda membuatnya harus cerdas membaca celah pasar.

Baca Juga :  Tensi Tembus 210, Penahanan Empat Tersangka Dugaan Korupsi di PDAM Kota Pekalongan Sempat Tertunda

“Pinginnya bisa menaikkan taraf hidup supaya kita bisa berkarya, baik mungkin bekerja di tempat lain atau di perusahaan atau bisa buka usaha sendiri,” ucapnya, Senin (28/9/2026).

​Kisah Witono merefleksikan pergeseran wajah program pelatihan kerja pemerintah daerah yang kerap dicap sebagai ‘proyek seremonial tahunan’. Kali ini, Dinperinaker menerapkan filter berlapis mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara mendalam, hingga psikotes. Dari 250 orang yang mengetuk pintu kesempatan, hanya 38% yang lolos.

​Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menegaskan bahwa lembaganya tidak sedang membagikan sertifikat kosong. Sembilan puluh enam peserta terpilih dibagi secara merata ke dalam enam bidang keahlian strategis seperti pembuatan roti, tata busana (menjahit), servis mobil, servis sepeda motor sistem injeksi, servis HP, dan kelistrikan gedung/industri.

Baca Juga :  Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026

​“Jadi keluar dari pelatihan ini kami berharap mereka mampu menjadi warga yang memiliki kompetensi dan siap berdaya saing baik di sektor usaha maupun sebagai pekerja. Sertifikat bukan segalanya, skill nyata adalah harga mati,” tegas Betty.

​Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menyoroti bahwa program ini dibiayai langsung dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.

“Ini adalah bentuk nyata pengembalian hak ekonomi kepada masyarakat bawah untuk meredam gelombang pengangguran terbuka yang kian kompleks,” jelasnya.

​Pemerintah sadar betul bahwa ijazah formal saja tidak lagi cukup di pasar tenaga kerja modern yang hiper-kompetitif. Sentuhan vokasi langsung menyasar pada penciptaan lapangan kerja mandiri (entrepreneurship) maupun suplai tenaga kerja terampil siap pakai bagi industri lokal.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing
PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan
Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan
Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026
Pemkot Upayakan Pemulangan PMI Kota Pekalongan Terlantar di Dubai
Grand Keisha Padel Court Dibuka, Kota Pekalongan Bidik Turnamen Nasional Berhadiah Rp1 Miliar
Reuni Akbar IKA Spensa Pekalongan 25 Angkatan Satukan Ratusan Alumni Lintas Generasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:27 WIB

PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Pemkot Upayakan Pemulangan PMI Kota Pekalongan Terlantar di Dubai

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB