Sangat Terkenal di Moga, Begini Kesaksian Warga Terkait Sosok Orang Dekat Bupati Pemalang

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tiga motor mewah dari jenis Harley Davidson milik orang dekat Bupati Pemalang disita KPK dari garasi kediaman Gus Haris saat dilakukan penggeledahan, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa.

Tiga motor mewah dari jenis Harley Davidson milik orang dekat Bupati Pemalang disita KPK dari garasi kediaman Gus Haris saat dilakukan penggeledahan, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa.

Sosok Muhamad Haris alias Gus Haris selama ini dikenal warga Moga, Kabupaten Pemalang, sebagai pendakwah, vokalis band sekaligus penggerak UMKM. Namun, citra itu berubah drastis setelah rumah pribadinya di Desa Banyumudal digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar empat jam terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Nama Muhamad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris mendadak menjadi perhatian publik setelah kediamannya di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang menjadi salah satu lokasi penggeledahan KPK pada Jumat (31/7/2026).

Di mata warga, Gus Haris bukan figur yang asing. Ia dikenal sebagai pendakwah yang kerap mengisi pengajian, vokalis grup musik Jayantaka hingga sosok yang dijuluki ‘Bapak UMKM Moga’ karena ikut menggagas berkembangnya kawasan Alun-alun Moga sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau di Moga hampir semua orang tahu Gus Haris. Beliau dikenal sebagai pendakwah, penyanyi dan sering disebut Bapak UMKM karena ikut meramaikan Alun-alun Moga,” ungkap warga setempat, Fery Riyan, Jumat (31/7/2026).

Menurut Feri, sebelum dekat dengan Bupati Pemalang, aktivitas Gus Haris lebih banyak di dunia dakwah dan musik. Bahkan, ia juga dikenal sebagai pendakwah di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga :  Spanduk Bernada Ancaman LGBT Muncul di Serdadi Pemalang, Lurah Minta Warga Tak Bertindak Anarkis

“Masih sering mengisi pengajian. Tapi belakangan memang lebih sering tampil bersama grup band. Kalau ada acara HUT Pemalang atau event lokal juga sering tampil,” terangnya.

Meski dikenal dekat dengan Bupati Pemalang, Feri mengatakan perilaku Gus Haris di lingkungan masyarakat tidak banyak berubah. Ia tetap aktif menghadiri kegiatan warga dan dikenal mudah membantu berbagai kegiatan sosial.

“Orangnya baik. Kalau ada kegiatan sosial atau iuran biasanya ringan tangan membantu. Masih sering hadir kalau ada kegiatan warga,” katanya.

Karena itulah, kabar rumah Gus Haris digeledah KPK membuat banyak warga seolah tidak percaya.

“Kami benar-benar syok. Selama ini tahunya beliau hanya orang dekat Bupati, tidak kepikiran kalau rumahnya ikut digeledah KPK,” ujar Feri.

Feri menceritakan, penggeledahan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ketika enam mobil KPK yang dikawal satu kendaraan kepolisian memasuki Jalan Belimbing, Desa Banyumudal.

Puluhan penyidik kemudian masuk ke rumah Gus Haris yang saat itu dihuni istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya.

“Prosesnya berlangsung sekitar tiga sampai empat jam. Situasinya kondusif, tidak ada penolakan dari keluarga,” katanya.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Pemalang, Pemeriksaan Maraton Digelar di Polres

Karena lokasi rumah berada di kawasan permukiman yang ramai, kedatangan rombongan KPK langsung mengundang perhatian warga.

“Banyak warga yang menonton. Mereka hanya melihat dan merekam menggunakan telepon genggam,” beber Fery.

Di akhir penggeledahan, kata Feri, tiga unit sepeda motor Harley-Davidson dibawa menggunakan mobil towing. Selain itu, penyidik juga mengangkut sejumlah kardus yang diduga berisi barang bukti dari dalam rumah.

“Yang terlihat jelas ada tiga Harley dibawa pakai towing. Selain itu ada beberapa kardus juga yang dibawa keluar rumah,” tukasnya.

Usai penggeledahan selesai sekitar selepas waktu zuhur, rombongan KPK langsung meninggalkan lokasi menuju arah Pemalang Kota.

Nama Gus Haris belakangan memang kerap dikaitkan sebagai salah satu orang dekat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Ia diketahui aktif dalam tim pemenangan Pilkada 2024 dan beberapa kali tampil dalam kegiatan pemerintah daerah.

Meski demikian, menurut Feri, banyak warga baru mengetahui kedekatan tersebut setelah mencuat dalam pemberitaan OTT KPK.

“Dulu kami hanya tahu beliau tim sukses saat Pilkada. Setelah itu sering tampil di acara Pemkab. Tapi kalau disebut orang dekat Bupati, warga juga baru tahu belakangan ini,” ujarnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB