KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap seorang pria yang diduga tenggelam di Kali Banger, wilayah Kelurahan Setono, Kota Pekalongan, pada hari kedua operasi pencarian diperluas. Penyisiran kini menjangkau hingga satu kilometer ke arah utara karena korban belum juga ditemukan.
Kasat Polairud Polres Pekalongan Kota, Iptu Ponco Budiarto, mengatakan pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai menuju Jembatan Setono sejauh kurang lebih satu kilometer ke arah utara, sementara ke arah selatan diperluas hingga radius sekitar 100 meter dari titik awal kejadian.
“Radius pencarian kami perluas karena sudah memasuki hari kedua dan korban belum ditemukan,” ujarnya kepada kanalplus.id, Selasa (16/6/2026) siang.
Untuk mengoptimalkan pencarian, jumlah personel dan unsur yang terlibat juga ditambah. Jika pada hari pertama pencarian melibatkan sukarelawan Basarnas Lokal Pekalongan, Basarnas Pemalang, serta tim Rescue Kota Pekalongan, maka pada hari kedua turut diterjunkan personel Basarnas Semarang, tim Rescue Kabupaten Pemalang, Dongkal, Batang, serta satu unit tim SAR dari Brimob.
Tim penyelam juga tetap dikerahkan dengan mengandalkan kemampuan personel Basarnas Pemalang dan Basarnas Semarang untuk menyisir titik-titik yang memiliki kedalaman cukup tinggi.
Menurut Ponco, tantangan terbesar dalam proses pencarian berasal dari kondisi arus Kali Banger yang cukup deras. Bahkan pada pagi hingga siang hari, arus air dari arah pantai bergerak masuk ke sungai sehingga menyebabkan aliran berbalik arah.
“Kondisi itu membuat kami memperluas pencarian ke arah selatan sekitar 100 meter dari lokasi awal karena kemungkinan korban ikut terbawa arus balik,” jelasnya.
Hingga proses pencarian hari kedua berlangsung, identitas korban masih menjadi misteri. Polisi mengaku belum memperoleh petunjuk dari hasil penyelidikan maupun keterangan warga sekitar.
“Dari pihak Polsek maupun hasil keterangan saksi, belum ada petunjuk identitas korban. Warga Kelurahan Dekoro, Setono maupun Poncol juga belum ada yang melaporkan anggota keluarganya hilang, sehingga identitas korban sampai saat ini belum diketahui,” kata Ponco.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dengan perahu, tim penyelam, dan pemantauan di sepanjang aliran Kali Banger dengan harapan korban segera ditemukan sehingga dapat dievakuasi dan identitasnya dapat dipastikan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












