Dikenal Pendakwah hingga ‘Bapak UMKM’ Moga, Begini Kesaksian Warga Saat Rumah Gus Haris Digeledah KPK

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Salah satu motor mewah Harley Davidson yang dikeluarkan dari garasi kediaman Gus Haris yang sedang digeledah KPK, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa

Salah satu motor mewah Harley Davidson yang dikeluarkan dari garasi kediaman Gus Haris yang sedang digeledah KPK, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Sosok Muhamad Haris alias Gus Haris yang disebut orang dekat Bupati Pemalang selama ini dikenal masyarakat Kecamatan Moga, bukan sebagai politikus. Ia lebih akrab sebagai pendakwah, vokalis grup musik Jayantaka, sekaligus penggerak UMKM di wilayahnya.

Namun, suasana berbeda terjadi pada Jumat (31/7/2026). Rumah pribadi Gus Haris di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Bagi sebagian warga, pemandangan enam mobil KPK yang masuk ke permukiman tersebut menjadi kejadian yang tak pernah mereka bayangkan.

“Jujur kami kaget. Selama ini tahunya Gus Haris orangnya baik. Kami pikir beliau hanya orang dekat Bupati, tidak sampai ikut terseret seperti ini,” kata warga, Fery Rian, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :  OTT Bupati Pemalang Jadi Alarm Keras, Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan Dinilai DPRD Sebagai Krisis Tata Kelola

Menurut Fery, Gus Haris merupakan sosok yang cukup dikenal di Moga jauh sebelum dekat dengan lingkaran pemerintahan Kabupaten Pemalang.

“Beliau terkenal sebagai pendakwah, kemudian penyanyi, vokalis band Jayantaka. Orang Moga hampir semua tahu. Bahkan sering disebut Bapak UMKM karena ikut meramaikan Alun-alun Moga,” ujarnya.

Fery mengatakan, meski belakangan lebih dekat dengan aktivitas pemerintahan, Gus Haris dinilai tidak banyak berubah dalam kehidupan sosialnya.

“Masih bergaul dengan warga seperti biasa. Kalau ada kegiatan masyarakat dan beliau bisa hadir ya hadir. Orangnya juga dikenal ringan tangan untuk kegiatan sosial,” terangnya.

Karena itulah, kabar rumah Gus Haris digeledah KPK membuat banyak warga terkejut.

“Kita tahu beliau dulu tim sukses saat Pilkada. Setelah itu memang sering terlihat di acara-acara pemerintah. Tapi kalau disebut orang dekat Bupati, kami juga baru tahu belakangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Curhat dan Minta Bantuan ke Satpol PP, Perempuan di Pemalang Mengaku Jadi Korban Dugaan Pelecehan Pacar

Penggeledahan berlangsung lebih dari tiga jam. Enam mobil KPK yang dikawal satu kendaraan kepolisian memasuki Jalan Belimbing, Desa Banyumudal, sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut Fery, proses penggeledahan berlangsung tertib dan disaksikan banyak warga yang memadati sekitar lokasi.

“Enggak ada penolakan. Warga cuma melihat dan banyak yang merekam pakai handphone,” jelasnya.

Dari rumah tersebut, penyidik mengeluarkan tiga unit sepeda motor Harley-Davidson menggunakan mobil derek. Selain itu, beberapa kardus berisi barang bukti juga terlihat dibawa menuju kendaraan KPK.

“Iya, tiga Harley dibawa pakai towing. Selain itu ada beberapa kardus, tapi warga tidak tahu isinya apa,” beber Fery.

Usai penggeledahan, rombongan KPK meninggalkan lokasi menuju arah Pemalang untuk melanjutkan rangkaian penggeledahan di lokasi lain.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB