Roadshow GJLS: Berapi-Api di Pekalongan Pecah, Ratusan Penonton Tersulut Tawa Sepanjang Film

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Keseruan Road Show promosi pemutaran film GJLS: Berapi-Api di Bioskop Pekalongan XXI di Ramayana Mal, Sabtu (17/10/26).

Keseruan Road Show promosi pemutaran film GJLS: Berapi-Api di Bioskop Pekalongan XXI di Ramayana Mal, Sabtu (17/10/26).

KANAL HIBURAN — Setelah sukses menyulut tawa di Cirebon, armada promosi film komedi aksi GJLS: Berapi-Api resmi mendarat di Kota Batik. Roadshow pemutaran khusus yang digelar Amadeus Sinemagna dan GJLS Entertainment di XXI Pekalongan, Ramayana Mall Kota Pekalongan, berlangsung meriah sejak siang hari dan langsung menyedot perhatian penonton Pekalongan.

Mengusung konsep tur promosi lapangan yang berbeda dari biasanya, tim menghadirkan atraksi spesial berupa Bus Wahana Damkar di pelataran bioskop. Antusiasme publik terlihat sejak awal di studio pemutaran khusus di Theatre 3 langsung mencatatkan full house, sementara tiket ludes terjual dalam hitungan singkat.

Kombinasi antara keseruan wahana simulasi damkar di luar gedung dan histeria kehadiran jajaran pemain menjadikan XXI Pekalongan layak disebut sebagai posko darurat tawa. Aurra Kharisma yang memerankan Jayanti seorang Srikandi Regu Algojo Api, Khairul Umam, serta komika Sadha Triyudha hadir menyapa penonton dan membuat suasana pemutaran semakin hidup.

Daya tarik roadshow di Kota Pekalongan terasa berlipat berkat aktivasi Bus Wahana Damkar interaktif. Pengunjung bioskop dan masyarakat sekitar diajak merasakan simulasi taktis perlengkapan damkar, mulai dari mencoba nozzle semprotan air, mengenakan helm pemadam, hingga berfoto dengan dekorasi posko ala markas Algojo Api.

Wahana ini menjadi pengantar sempurna sebelum penonton menyaksikan perjuangan konyol trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir di layar bioskop. Suasana pelataran XXI Pekalongan pun terasa pecah, dengan banyak penonton yang ikut naik wahana, mencoba simulasi, dan mengabadikan momen bersama dekorasi bertema damkar.

Bagi penonton, aktivasi tersebut bukan sekadar hiburan sebelum masuk studio, tetapi juga memperkenalkan dunia yang diangkat dalam film. Mereka diajak merasakan sedikit pengalaman menjadi petugas damkar sebelum menyaksikan kisah tiga sahabat yang mengejar mimpi menjadi bagian dari regu pemadam kebakaran.

Keseruan makin memuncak saat para pemain hadir di tengah penonton yang memenuhi Theatre 3. Aurra Kharisma mengaku kagum dengan energi warga Pekalongan yang sudah terasa sejak mereka tiba di lobi bioskop.

“Seru banget! Pas baru sampai lobi sudah disambut sama Bus Wahana Damkar yang ramai banget dinaiki warga. Begitu masuk studio XXI Pekalongan, energinya pecah dari bangku paling depan sampai atas. Senang banget melihat antusiasme teman-teman di sini yang menyambut film kami dengan tawa lepas,” tutur Aurra Kharisma, Sabtu (17/10/2026).

Aurra Kharisma mengakui ada tantangan tersendiri saat berperan sebagai pelatih damkar. Ia dan para pemain pelatih harus tampak profesional meski sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai petugas pemadam kebakaran.

“Lumayan sih, karena kan kita terutama para pelatih ini harus terlihat profesional, padahal tidak punya pegangan damkar sama sekali,” kata Aurra.

Ia juga mengaku sempat merasa takut karena harus masuk ke dalam api yang besar. Meski sudah mengikuti workshop, ia tetap merasakan ketegangan, apalagi saat syuting berlangsung dengan cuaca yang menantang dan angin kencang.

Baca Juga :  Dari Film Striptease 1896 hingga Industri Miliaran Dolar, Sejarah Panjang Film Porno

“Sempat kaget, takut sih, bukan kaget karena apinya besar banget dan kita harus masuk ke dalam api itu walaupun sudah workshop, tapi tetap saja ada nerves-nya dikit. Ditambah lagi saat itu cuaca juga cukup menantang, angin juga kencang. Tapi alhamdulillah dengan semua direktur dan juga dijaga sama damkar-damkar itu, lumayan sangat menolong,” ungkap Aurra.

Sadha Triyudha, yang memerankan Sugeng, anggota Algojo Api dalam film, menyambut antusiasme itu dengan candaan khasnya. Menurutnya, kehadiran Bus Wahana Damkar kali ini punya misi yang berbeda dari tugas damkar pada umumnya.

“Warga Kota Pekalongan benar-benar gak ada obat! Biasanya damkar datang pas ada kebakaran beneran, tapi kali ini kita datang bawa bus wahana damkar buat memadamkan stres bareng-bareng. Sold out-nya tiket hari ini bukti kalau cerita tentang orang yang sering gagal ini nyangkut banget di hati kita semua,” ujar Sadha.

Keseruan di balik layar GJLS: Berapi-Api juga menjadi bahan obrolan menarik dalam sesi wawancara. Sadha Triyudha menyinggung bahwa Khairul Umam adalah ‘damkar asli’, sehingga pemain lain harus mengikuti workshop intensif untuk memahami dasar-dasar pekerjaan pemadam kebakaran.

“Kebetulan Umam kan damkar asli, ya! Cuma memang agak beda mademin kebakaran disuruh sama Danru sama diderek sama sutradara itu agak berbeda,” sergah Sadha tertawa.

Ia menjelaskan bahwa workshop tersebut diberikan kepada para pemain selain Umam agar setidaknya memahami dasar-dasar dunia damkar, termasuk cara menghadapi api. Sadha menegaskan bahwa film ini tidak menggunakan stuntman maupun CGI untuk adegan kebakaran.

“Kita di sini enggak pakai stuntman, enggak pakai CGI, apinya api beneran. Jadi kita pada saat workshop dan pada saat syuting, apinya benar-benar yang kita hadepin itu beneran,” ungkapnya.

Khairul Umam, yang memerankan dirinya sendiri sebagai petugas damkar, menjelaskan bahwa film ini berusaha menggabungkan unsur edukasi tentang dunia pemadam kebakaran dengan komedi dan nilai persahabatan. Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa mimpi harus terus dikejar, baik saat seseorang berjalan bersama teman maupun sendirian.

“Poin yang terpenting adalah kita bisa sekali mengedukasi sekaligus memberikan pesan bahwa mimpi itu perlu dikejar. Meskipun kita harus ngajak teman kita ataupun kita jalan sendiri, mimpi itu harus dikejar,” papar Umam.

Ia juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat agar menonton film ini saat rilis nasional, dengan candaan khas bahwa satu orang diharapkan mengajak banyak teman.

“Halo, semua teman-teman GJLS atau warga Indonesia semua, jangan lupa nonton GJLS: Berapi-Api tanggal 5 November 2026. Harapannya Bang Rispo tuh satu orang ngajak 1.000 orang. Jadi kalau ada 100 orang kan sudah 100.000 penonton,” gelaknya.

Sementara itu, co-produser Fiqi Wandiya Septa Pratama membeberkan bahwa motivasi utama pembuatan film ini adalah menghadirkan komedi yang dapat dinikmati keluarga. Ia menilai GJLS sebelumnya terlalu tersegmentasi, sehingga kali ini tim produksi ingin menghadirkan komedi yang lebih luas jangkauannya.

Baca Juga :  Konser Musik di Pekalongan Sempat Ricuh, Penonton Diduga Terobos Barikade

“Motivasi kami sekali lagi di sini komedi yang mendidik, komedi yang memberi pesan dan satu lagi adalah komedi yang bisa dinikmati oleh keluarga,” terang Fiqi.

Menurutnya, ide mengangkat dunia damkar muncul dari penghormatan terhadap profesi tersebut. Fiqi menyebut petugas pemadam kebakaran selalu hadir di sisi masyarakat dan mengisi celah-celah yang kosong, sehingga Amadeus memilih mengangkat kisah tersebut dalam bentuk komedi.

“Damkar ini sangat dihormati dan seperti pesan dari teman-teman damkar, damkar ini selalu hadir di sisi masyarakat mengisi celah-celah yang kosong. Makanya itu salah satu modifikasi kita Amadeus untuk mengangkat film tentang damkar,” urainya.

Fiqi menambahkan bahwa skenario film ini ditulis langsung oleh Monty Tiwa, yang juga menjabat sebagai sutradara. Ia menyebut Monty memiliki apresiasi besar terhadap kinerja petugas damkar di Indonesia.

Proses pembuatan film sendiri memakan waktu hampir satu tahun. Persiapan dilakukan selama enam bulan, syuting selesai pada Februari, sedangkan proses pascaproduksi baru tuntas sekitar dua bulan sebelum roadshow berlangsung.

Di dalam studio, respons penonton tak kalah riuh. Gelak tawa bergemuruh sepanjang pemutaran, terutama saat trio damkar gagal ditugaskan menangani berbagai perkara mustahil dari warga. Namun, di sela komedinya, penonton juga dibawa pada narasi persahabatan yang hangat dan menyentuh.

Salah satu penonton, Atika Putri (28), ibu rumah tangga asal Pekalongan, mengaku sengaja datang menonton setelah melihat promosi film di Instagram dan TikTok. Ia pun mengajak suaminya untuk menyaksikan pemutaran khusus tersebut.

“Seru banget. Banyak banget adegan yang bikin ketawa. Salah satunya kebersamaannya, apalagi yang pas Mas Rispo,” ujar Atika.

Menurut Atika, hampir seluruh bagian film terasa lucu. Ia menilai daya tarik film bukan hanya berasal dari para pemain yang sudah dikenal, tetapi juga dari trailer yang memang berhasil membuatnya penasaran sejak awal.

“Orangnya juga familiar dan emang ternyata di trailer kan udah lucu banget ya, jadi penasaran,” ungkapnya.

Atika bahkan menyatakan akan merekomendasikan film ini kepada teman-temannya agar ikut menonton saat tayang reguler.

“Iya, wajib harus ikut nonton juga,” ucapnya.

Euforia di Kota Pekalongan kian memantapkan posisi GJLS: Berapi-Api sebagai tontonan komedi paling dinantikan pada akhir tahun. Misi ‘Pemadaman Duluan’ akan terus bergerak menyambangi kota-kota berikutnya di sepanjang jalur Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelum akhirnya tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia.

Film arahan sutradara Monty Tiwa ini turut diperkuat deretan bintang kenamaan: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, Sadha Triyudha dan Khairul Umam.

GJLS: Berapi-Api siap memadamkan penat penonton di seluruh bioskop Indonesia serentak mulai 5 November 2026. Kabar ‘darurat kota’ berikutnya dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Film Horor Rambut Sewu Hadirkan Teror dan Pesan tentang Perundungan
Daftar Drakor dan Dracin Paling Laris, Berikut Judul yang Bikin Penasaran
Drakor Bangun Fandom, Dracin Kejar View: Dua Cara Korea dan China Mengubah Drama Jadi Mesin Uang
20 film berbudget relatif kecil yang menghasilkan box office luar biasa
China Punya 90 Ribu Layar Bioskop, Amerika 40 Ribu: Mengapa Negara-Negara Ini Begitu Dipenuhi Bioskop?
Band Rock dan Metal Paling Produktif Sepanjang Sejarah: Siapa Punya Rilisan Album Terbanyak?
Dari Film Striptease 1896 hingga Industri Miliaran Dolar, Sejarah Panjang Film Porno
Ricuh, Mobil Band Konser di Pekalongan Dikabarkan Rusak Dilempari Massa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Roadshow GJLS: Berapi-Api di Pekalongan Pecah, Ratusan Penonton Tersulut Tawa Sepanjang Film

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Film Horor Rambut Sewu Hadirkan Teror dan Pesan tentang Perundungan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Daftar Drakor dan Dracin Paling Laris, Berikut Judul yang Bikin Penasaran

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Drakor Bangun Fandom, Dracin Kejar View: Dua Cara Korea dan China Mengubah Drama Jadi Mesin Uang

Rabu, 16 September 2026 - 06:10 WIB

20 film berbudget relatif kecil yang menghasilkan box office luar biasa

Berita Terbaru

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB