KANAL KOTA – Penanganan kebakaran di Perumahan BRD Blok J Nomor 5, Kota Pekalongan, sempat menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya tidak ada akses hydrant dan keterbatasan armada lantaran satu unit mobil pemadam masih menjalani perawatan.
Kasatpol PP Damkarmat Kota Pekalongan, M Taufiqu Rochman, mengakui sulitnya mendapatkan akses air menyebabkan empat unit kendaraan damkar harus bolak balik mengisi tanki dari lokasi kejadian ke posko.
Selain itu pihaknya juga hanya memiliki tiga unit mobil pemadam. Namun, satu unit saat ini tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan pada bagian kopling.
“Kita punya tiga. Memang yang satu itu masih masa perawatan. Saat ini sudah kami indenkan ke bengkel resmi, rusak koplingnya,” ungkap Taufiqu.
Dalam penanganan kebakaran di Perumahan BRD, dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Petugas juga mendapatkan dukungan dari unsur terkait seperti dari BPBD dan Kodim Pekalongan.
“Kalau yang akses air, selama proses pemadaman, petugas mengambil air dari sejumlah titik, termasuk sumber milik PDAM dan pos Damkar di Jalan Tentara Pelajar,” jelasnya.
Taufiqu mengatakan pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan titik pengambilan air di pos Satpol PP Damkarmat Kota Pekalongan di Jalan Majapahit.
Pos tersebut mulai digunakan sejak 1 Juni dan diharapkan dapat menjadi salah satu titik pendukung pengambilan air ketika terjadi kebakaran.
“Jadi itu nantinya bisa untuk titik pengambilan air, bila terjadi kebakaran. Tidak mesti harus ke pos Jalan Tentara Pelajar karena terlalu jauh,” ujarnya.
Sementara itu, kebakaran di Perumahan BRD menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan sekitar 90 persen. Satu rumah tetangga juga mengalami kerusakan ringan.
Petugas hingga kini masih melakukan proses pemadaman disusul pendinginan lantaran hingga pukul 03.00 WIB titik api masih berusaha dipadamkan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












