Polisi Selidiki Dugaan Bullying dan Pengeroyokan di Balik Kematian Pelajar SMP Pemalang

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi berjaga di pintu masuk menuju ruang autopsi dugaan kasus perundungan yang dilaporkan meninggal dunia, Senin (3/8/26). Foto : Istimewa

Polisi berjaga di pintu masuk menuju ruang autopsi dugaan kasus perundungan yang dilaporkan meninggal dunia, Senin (3/8/26). Foto : Istimewa

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Dugaan kasus perundungan (bullying) dan pengeroyokan yang berujung pada meninggalnya seorang pelajar SMP berinisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dengan memeriksa sejumlah saksi, menunggu hasil rekam medis, hingga menyiapkan autopsi.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar, mengatakan laporan mengenai meninggalnya korban diterima dari Polsek Randudongkal pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban,” kata Faizal, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  Motor Korban Dititipkan ke Rumah Pelaku, Polisi Ungkap Hubungan Dekat Sebelum Pembunuhan

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan korban diduga sempat mengalami aksi perundungan dan pengeroyokan yang melibatkan teman sebayanya sebelum akhirnya meninggal dunia. Dugaan tersebut memicu keprihatinan warga yang meminta agar kasus itu diusut secara menyeluruh.

Namun demikian, polisi belum menyimpulkan adanya tindak pidana dan masih mendalami seluruh informasi yang beredar.

Menurut Faizal, dari hasil pemeriksaan awal diketahui korban sempat menjalani perawatan selama satu hari di Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal sebelum dinyatakan meninggal dunia.

“Kami masih menunggu hasil rekam medis dari Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal, tempat korban sempat dirawat selama satu hari sebelum dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Turun Tangan, Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang Masuki Tahap Klarifikasi

Selain menunggu rekam medis, Polres Pemalang juga telah berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Jawa Tengah untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Penyidik saat ini masih memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap kronologi kejadian, termasuk menelusuri ada tidaknya dugaan kekerasan yang menjadi penyebab korban meninggal.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi serta berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait,” terang Faizal.

Ia menegaskan kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan dan akan ditangani secara profesional sesuai prosedur hukum.

“Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran
Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan
Kenalan dari Medsos, Motor dan HP Anak di Pemalang Malah Dibawa Kabur

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Sabtu, 12 September 2026 - 07:25 WIB

Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari

Sabtu, 12 September 2026 - 07:00 WIB

Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB